Polisi Periksa Psikologi Pembunuh Ojol Asal Sidoarjo di Gresik, Pengakuan Pelaku Berubah-ubah

Syahrama pelaku pembunuhan mayatnya dibungkus kardus di Kedamean, Gresik merupakan residivis kasus pembunuhan tahun 2008.(blok-a.com/ivan)
Syahrama pelaku pembunuhan mayatnya dibungkus kardus di Kedamean, Gresik merupakan residivis kasus pembunuhan tahun 2008.(blok-a.com/ivan)

Gresik, blok-a.com – Satreskrim Polres Gresik mulai mendalami kondisi kejiwaan SR, pelaku pembunuhan sadis terhadap Sevi Ayu Claudia. Pria asal Sukodono, Sidoarjo itu menjalani pemeriksaan psikologi forensik, Kamis (31/7/2025).

SR adalah tersangka utama dalam kasus kematian tragis Sevi, seorang driver ojol asal Sidoarjo, yang jasadnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan terbungkus plastik dan kardus di pinggir Jalan Raya Desa Banyuurip, Kecamatan Kedamean, Gresik.

“Hari ini kita lakukan tes psikologi forensik terhadap pelaku guna mengetahui kondisi psikologisnya seperti apa. Termasuk untuk mendalami keterangan-keterangan pelaku, karena berubah-ubah pengakuannya,” ujar Kasat Reskrim Polres Gresik, AKP Abid Uais Al-Qarni Aziz, Kamis (31/7/2025).

Pemeriksaan itu dilakukan sebagai bagian dari upaya mengungkap motif dan latar belakang pelaku yang tega menghabisi nyawa Sevi pada Sabtu malam (26/7/2025) lalu. Apalagi, SR tercatat merupakan residivis kasus pembunuhan berencana tahun 2008 silam.

Dalam penyidikan, polisi mendapati keterangan pelaku yang tidak konsisten. Salah satunya terkait janji pekerjaan yang disebut menjadi motif awal pertemuan pelaku dan korban.

“Awalnya pelaku mengaku dijanjikan jadi PNS dengan bayar Rp5 juta. Tapi keterangan terbarunya bilang yang dijanjikan bukan PNS, melainkan cleaning service,” jelas Abid.

Untuk memperkuat penyidikan, polisi telah memeriksa delapan orang saksi. Mereka terdiri dari warga yang menemukan jasad korban, keluarga Sevi, serta warga di sekitar lokasi kejadian yang sempat mendengar teriakan minta tolong.

Tak hanya itu, sejumlah barang bukti juga diamankan petugas. Di antaranya alat pemotong kertas yang digunakan SR menghabisi korban, pakaian korban, plastik dan kardus pembungkus jasad, handuk yang digunakan untuk mengelap darah, hingga rekaman CCTV yang memperkuat kronologi kejadian.

“Penyelidikan terus kami lakukan untuk mengungkap kasus ini secara terang,” tegas Kasat Reskrim.

Sevi Ayu Claudia diketahui terakhir menerima order ojek online pada Sabtu malam. Sejak saat itu, dia dinyatakan hilang hingga akhirnya ditemukan sudah tak bernyawa keesokan harinya.(ivn/lio)