Blok-a.com – Rasa lapar seringkali dianggap sebagai sinyal tubuh yang harus segera dipenuhi dengan makanan. Namun ternyata, rasa lapar tidak selalu buruk. Faktanya, rasa lapar memiliki manfaat tersendiri bagi tubuh kita.
Nadia Alaydrus, seorang influencer kesehatan, dalam video TikTok-nya @nadiaalaydrus, menjelaskan tentang pentingnya memberikan waktu bagi tubuh untuk merasa lapar.
Nadia merujuk pada penelitian yang dilakukan oleh Profesor Yoshinori Ohsumi, yang meraih penghargaan Nobel Prize in Physiologi or Medicine tahun 2016. Penelitian ini mengungkapkan bahwa saat kita merasa lapar, tubuh kita akan memasuki fase autofagi.
“Riset ini adalah tentang orang lapar atau orang yang melaporkan diri jadi ternyata manfaatnya itu disebut dengan konsep autofagi,” ujar Nadia dalam unggahan videonya.
Autofagi adalah proses di mana sel-sel tubuh yang rusak atau sudah mati akan dihancurkan dan didaur ulang. Ketika kita merasa lapar, tubuh akan memicu produksi protein bernama autophagosom yang berfungsi untuk mengidentifikasi dan “memakan” sel-sel yang sudah tidak berguna. Hal ini membantu mencegah sel-sel yang rusak menjadi “sampah” yang dapat membahayakan kesehatan tubuh.
“Jadi ketika seseorang itu merasa lapar, sel-sel tubuhnya juga akan ikut lapar. Nah, nantinya itu akan memunculkan protein yang disebut dengan autophagisom, dia ini akan memakan sel-sel tubuh yang sudah tidak penting atau sudah rusak atau juga sel-sel yang udah mati agar tidak menjadi sampah di dalam tubuh,” jelasnya.
“Nah sel-sel yang berlebih ini tadi yang enggak berguna sudah mati atau juga udah rusak itu nantinya tidak akan menjadi sesuatu yang membahayakan bagi tubuh,” sambungnya.
Namun, Nadia juga mengingatkan bahwa proses ini sebaiknya tidak dilakukan terlalu lama. Idealnya, perasaan lapar ini berlangsung sekitar 8 hingga 16 jam, dan tidak boleh lebih dari itu. Selain itu, Nadia menyarankan untuk menjalani proses ini hanya dua hingga tiga kali dalam seminggu agar tubuh tetap mendapatkan manfaatnya tanpa menyebabkan dampak negatif.
“Namun melaparkan diri ini tadi itu sekitar 8 sampai 16 jam Jadi enggak boleh lebih dari 16 jam nah ini pun idealnya hanya dilakukan dua sampai tiga kali dalam seminggu,” bebernya.
Selain manfaat kesehatan dari merasa lapar, Nadia juga menekankan pentingnya untuk tidak makan hingga terlalu kenyang.
Memberikan ruang antara makan dan rasa kenyang, di mana kita sedikit merasa lapar, adalah cara terbaik untuk menjaga kesehatan tubuh. Dengan tidak makan berlebihan, kita membantu tubuh untuk tetap berfungsi optimal dan mencegah berbagai masalah kesehatan yang dapat muncul akibat pola makan yang buruk. (hen)









