Mojokerto, blok-a.com – Jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto mengikuti nobar film horor komedi “Sekawan Limo”, di CGV Sunrise Mall, Senin malam (15/7/2024).
Film yang disutradarai oleh Bayu Skak, YouTuber asal Malang ini, menggunakan dialog sebagian besar dalam bahasa Jawa. Mengisahkan sekelompok anak muda yang mendaki Gunung Madyopuro.
Ada beberapa aturan dalam mendaki gunung ini, seperti harus berkelompok dengan jumlah genap dan tidak boleh menoleh ke belakang.
Hantu yang mereka temui adalah manifestasi dari masalah yang mereka coba lari darinya. Satu-satunya cara untuk menghilangkan hantu adalah dengan penerimaan.
Seperti aturan “tidak boleh menoleh ke belakang”, seseorang harus terus maju dalam hidup.
Film yang telah tayang sejak 4 Juli 2024 ini menyimpan teka-teki soal siapa yang menjadi hantu selama ini.
Pengungkapan siapa sosok hantu sesungguhnya justru menjadi momen yang paling menghangatkan.
Nonton bareng (nobar) malam ini dihadiri oleh Sekretaris Kota Mojokerto, Gaguk Tri Prasetyo; perwakilan Pj Walikota Mojokerto; Kapolres Mojokerto, dan Kapolres Mojokerto Kota beserta Jajarannya, kepala dinas OPD se-Kota Mojokerto; Ketua GP Ansor, GusYuk Kota Mojokerto; influencer; sahabat media; pelanggan Tirto Agung; dan masyarakat.
Gaguk Tri Prasetyo, selaku Sekretaris Kota Mojokerto, mengapresiasi film “Sekawan Limo” ini. Menurutnya, film ini banyak memberikan nilai dan makna yang bisa diambil, tidak hanya sekadar tontonan biasa.
“Nilai dan pesan yang bisa kita ambil dari film ini adalah bahwa kita harus melupakan masa lalu, tidak boleh larut dalam masa lalu yang dapat menghambat jalan kita ke depannya,” pungkasnya usai nobar.(sya/lio)









