Cerita di Podcast Pulang Kerja, Pebisnis Paulus Pernah Ikuti Maraton 42 KM di Tiga Negara

Pebisnis Paulus Oliver di podcast Pulang Kerja (foto: YouTube Blokadotcom)

Blok-a.com – Notaris sekaligus pebisnis asal Malang, Paulus Oliver Yoesoef menceritakan pengalaman menariknya yang pernah mengikuti ajang maraton internasional di beberapa negara belahan dunia.

Pengalaman ini tentu menarik perhatian publik, mengingat pria yang akrab disapa Paulus itu berlatarbelakang sebagai pebisnis dan bukanlah sosok olahragawan.

Dalam podcast Blok-a.com yang bertajuk ‘Pulang Kerja’, Paulus bercerita bahwa pengalaman ini bermula saat ia memiliki berat badan hampir 100 kg.

Paulus pun kemudian mencoba untuk diet dan mulai menjalani pola hidup sehat, dengan mengonsumsi suplemen dan olahraga, salah satunya berlari.

Seiring berjalannya waktu, berat badan Paulus menurun hingga ia menjadikan lari sebagai hobi barunya. Paulus juga kerap mengikuti event lari dengan jarak mulai dari 5-10 km.

“Saya mencoba menurunkan berat badan tapi ndak berhasil, akhirnya saya mulai aktif untuk jalan dan olahraga. Terus juga pelan-pelan ikut event lari mulai dari 5 kilo 10 kilo,” kata Paulus Oliver dalam podcast Pulang Kerja ditayangkan dalam kanal YouTube Blok-a.com.

Selain mengikuti event dalam negeri, Paulus juga mengikuti ajang berskala internasional yang bernama Six World Marathon Majors. Dalam ajang ini, Paulus sudah mengikuti lima kali maraton, yakni di Tokyo, London, Berlin, Chicago dan New York.

Itu artinya, Paulus hanya perlu mengikuti satu maraton lagi yang nantinya akan digelar pada 2024 di Boston. Jika ajang Boston Marathon ini dapat ditaklukan Paulus, maka ia akan mendapat mendali dan namanya diakui dunia.

“Kalau nanti sudah 6, saya akan diakui dunia dan nama saya akan dimasukkan ke website,” ungkap Paulus.

Paulus pun mengakui bahwa pengalaman ini tak bisa didapatkan dengan mudah, lantaran harus melalui banyak proses terlebih dahulu.

“Ya pasti berat soalnya awalnya cuman olahraga asal-asalan. Tapi lari itu by proses ndak ada yang instan. Dalam arti apapun itu pasti kita lalui,” jelas Paulus.

“Misalnya kita pengen ikut 42 km ya harus lari 5-21 km dulu baru bisa. Makanya maraton itu olahraga yang banyak prosesnya dan memang tidak mudah untuk mencapai hal itu, apalagi jika sudah menginjak umur yang cukup tua,” pungkasnya. (hen)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com