Meriah Bak Karnaval, Ini Tradisi Arak-Arakan Hewan Kurban Kampung Temenggungan

Hewan kurban diarak oleh warga Temenggungan Kota Malang, Minggu (28/6/2023)
Hewan kurban diarak oleh warga Temenggungan Kota Malang, Minggu (28/6/2023)

Kota Malang, blok-a.comArak-arakan hewan kurban Idul Adha 2023 terlihat meriah di Kelurahan Sukoharjo Kecamatan Klojen Kota Malang, tepatnya di daerah Kampung Temenggungan, Kamis (29/6/2023).

Terlihat setelah salat Idul Adha, para warga Kampung Temenggungan bersiap-siap dengan kambing-kambing serta sapi berdiri di jalan pagi tadi.

Mereka bersiap-siap mengarak puluhan hewan kurban itu di Jalan Zainul Arifin.

Arakan hewan kurban dari Kampung Temenggungan terlihat layaknya karnaval.

Puluhan hewan kurban diarak bersama-sama oleh warga Temenggungan Kota Malang (blok-a/bob)
Puluhan hewan kurban diarak bersama-sama oleh warga Temenggungan Kota Malang (blok-a/bob)

Jalan Zainul Arifin yang setiap pagi sepi disulap ramai dengan hewan kambing dan sapi yang diarak. Kambing yang diarak itu berukuran relatif besar berjenis kambing etawa.

Ratusan warga pun nampak melihat arak-arakan kambing dan sapi dari Kampung Temenggungan itu.

Menariknya, dalam arak-arakan itu warga Kampung Temenggungan juga membawa sejumlah atribut seperti spanduk besar, bendera, flare dan suar hingga petasan.

Tak ayal salah satu warga dari Banyuwangi, Benni terkesan dengan mengarak kambing dan sapi di Kota Malang dari kampung Temenggungan itu.

Menurutnya, arak-arakan di Kota Malang tersebut unik dan menarik.

Flare di tradisi arak-arakan hewan kurban Kampung Temenggungan (blok-a/bob)
Flare di tradisi arak-arakan hewan kurban Kampung Temenggungan (blok-a/bob)

“Sangat ramai sekali dan unik,” jelasnya.

Sementara Ketua Panitia Idul Kurban Kampung Temenggungan Zulfikar Alamsyah menjelaskan, arak-arakn hewan kurban ini sudah menjadi tradisi sejak 1970.

Tradisi arak-arakan itu dimulai dari ulama yang tinggal di Kampung Temenggungan.

“Tradisi arak-arakan sudah ada sejak nenek moyang kita mulai dari 1970-an,” jelasnya ke awak media, Kamis (28/6/2023).

Zulfikar menjelaskan, tujuan arak-arakan itu adalah agar darah kambing atau sapi sebelum disembelih lebih segar. Selain itu, juga menggairahkan semangat beribadah warga Temenggungan.

“Kami teruskan tradisi ini karena ada manfaat yang baik jadi yang berkurban dapat syafaat sedangkan kambingnya usai diarak darahnya lebih segar,” jelasnya.

Tradisi ini pun ternyata diikuti oleh kampung lainnya di Kota Malang.

Tercatat ada tradisi arak-arakan juga yang dilakukan warga kampung Jalan Gatot Subroto, hingga Kidul Pasar.

“Alhamdulillah tradisi ini diikuti oleh warga kampung lainnya,” jelasnya.

Dalam arak-arakan itu terlihat ada 61 ekor kambing dan empat sapi. Satu per satu kambing dibawa oleh satu pemuda.

Hewan kurban itu diarak hingga masuk ke kampung dan disembelih satu per satu. (bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?