Menjamurnya Hotel Kelas Melati Bikin Sepi Villa di Kawasan Songgoriti

Makin hari villa-villa di Kota Batu, semakin turun peminatnya. Mereka kalah saing dengan hotel-hotel kelas melati yang makin menjamur, Jumat (10/2/2023). (blok-a.com/doi)
Makin hari villa-villa di Kota Batu, semakin turun peminatnya. Mereka kalah saing dengan hotel-hotel kelas melati yang makin menjamur, Jumat (10/2/2023). (blok-a.com/doi)

Kota Batu, blok-a.com – Penerapan harga murah hotel kelas melati di Kota Batu, berdampak pada sepinya usaha villa di kawasan Wisata Songgoriti.

Ketua Paguyuban Villa Supo Songgoriti, Indra Tri Ariyono menyatakan, salah satu hal yang mempengaruhi penurunan omzet villa, karena adanya persaingan dengan harga hotel.

Indra memaparkan, kondisi villa di area Wisata Songgoriti sangat memperihatinkan. Pendapatan dari sewa villa belum mampu menutup biaya operasional saja.

“Dari jumlah 324 villa yang terdata di paguyuban kami, semua merasakan dampak dari pasar bebas jasa penginapan ini,” ungkap dia. Jumat (10/2/2023)

Minimnya pendapatan, dikatakan Indra, menyulitkan para pemilik villa untuk membayar cicilan pinjaman ke bank. Bahkan, beberapa villa harus disegel oleh pihak bank.

Indra mencontohkan, ketika saat ini harga sewa villa di Songgoriti, paling mahal sekitar Rp150 ribu, hotel menurunkan harga Rp200 – 250 ribu. Otomatis masyarakat akan banyak yang memilih hotel.

“Ini pasar bebas namanya, jika dibandingkan hotel dengansarana dan prasarana yang dimiliki, lebih menarik dibandingkan dengan villa Songgoriti. Jika dibiarkan, kasihan masyarakat pemilik villa,” tegas dia.

Indra mengamati, invasi dari vendor atau pihak ketiga yang bekerjasama dengan hotel dan homestay, turut menjadi penyebab lain minat masyarakat maupun wisatawan terhadap villa Songgoriti berkurang.

“Dengan persaingan harga kemudian ditambah lagi vendor-vendor masuk, lalu mereka menjatuhkan harga sampai Rp70 ribu itu kan repot. Udah jatuh tertimpa tangga dengan adanya vendor atau pihak ke-3 itu,” kata Indra.

Lebih lanjut, Indra telah mendengar wacana dari Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paiwei, yang berniat memberikan solusi dengan aplikasi e-villa. Namun hingga saat ini, sosialisasi tersebut belum diterima pihaknya.

“Kami hanya dengar isu akan ada aplikasi e-villa. Benar atau tidak wacana tersebut, tolonglah Pj Wali Kota Batu turun dan lihat langsung rakyat di bawah. Minimal Disparta yang turun,” harap dia.

Sementara itu Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai menyampaikan, untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihaknya berencana membuat aplikasi bekerjasama dengan salah satu vendor.

Ditegaskan Aries, dengan aplikasi tersebut, bisa by name by adress villa-villa yang ada di Kota Batu untuk di promosikan.

“Kami akan masukan villa-villa di Kota Batu ke dalam aplikasi tersebut. Sehingga masyarakat tahu, dimana saja ada villa yang dapat diakses. Karena selama ini, mereka masih mempromosikan dirinya sendiri,” kata dia.

Dengan aplikasi yang dimaksud, konsumen akan tahu referensi villa daei peta lokasi, bentuk villa, harga dan lainnya.

“Aplikasi tersebut saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Fitur itu kami berikan secara gratis kepada pengelola villa di Kota Batu. Bertujuan untuk membangkitkan gairah objek wisata. Terutama objek wisata tempat tinggal,” katanya.

Merespon keluhan ini, Aries menekankan, Pemkot Batu sudah tidak boleh memberikan izin pendirian hotel melati. Menurutnya jika hotel melati masih diberikan izin, mereka akan bersaing dengan villa.

“Kami stop izin pendirian hotel melati. Yang boleh hanya hotel bintang 4 ke atas. Ini bertujuan agar tingkat persaingan di bawah tidak ketat. tandasnya. (doi/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com