Deretan Banjir Terparah yang Pernah Terjadi di Indonesia

Banjir
Foto: twitter @kakikotaorg

BLOK-A – Musim hujan sedang berlangsung pada beberapa bulan lalu hingga sekarang. Hujan deras turun di hampir seluruh wilayah Indonesia, membuat masyarakat merasa khawatir akan terjadinya banjir.

Dengan tingginya curah hujan, bisa membuat suatu wilayah terjadi bencana banjir. Banjir menjadi bencana yang disebabkan oleh beberapa alasan yakni, sampah yang menumpuk sehingga menghambat aliran sungai, dan sistem drainase yang tidak dapat menampung debit air sungai.

Seperti beberapa waktu lalu di Kalimantan Selatan, banjir besar melanda Kota Banjarmasin dan kabupaten sekitarnya pada bulan Januari. Selain curah hujan yang tinggi, penyebab banjir ini karena
masifnya pembukaan lahan yang membuat banjir lebih parah dibanding sebelumnya.

Blok-A telah merangkum banjir-banjir terparah yang pernah terjadi di Indonesia,

Yuk simak berikut!

Banjir Sumbawa (2017)

Pada tahun 2017, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, dilanda banjir bandang yang mengakitbatkan sebanyak 129.187 orang yang terdampak dari bencana ini.

Banjir terjadi karena hujan lebat yang melanda Sumbawa setelah beberapa hari dan yang menyebabkan air sungai meluap juga, kondisi semakin parah ketika air laut yang pasang sehingga semakin sulit surut. Tak hanya merendam rumah penduduk, banjir tersebut juga mengakibatkan 175 hektare sawah gagal panen.

Banjir Jakarta (2007)

DKI Jakarta merupakan daerah yang paling sering terkena banjir. Jakarta memiliki tradisi banjir, sering terjadi di akhir hingga awal tahun.

Yang paling parah pada tahun 2007, peristiwa yang berbeda daripada sebelumnya. Banjir merendam kota Jakarta, banjir ini mencapai tiga meter kedalamannya.

Akibat Peristiwa ini menyebabkan 48 orang korban meninggal dunia. Tingginya curah hujan membuat 13 sungai di sekitar Jakarta meluap. Banjir tersebut menjadi banjir terparah yang pernah dialami Ibu Kota.

Banjir Wasior, Papua Barat (2010)

Pada tahun 2010, banjir bandang melanda wilayah Wasior yang terletak di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat.

Banjir tersebut disebabkan meluapnya air sungai Batang Sala yang berhulu di Pegunungan Wondiwoy. Sungai Batang Sala sendiri meluap karena tak mampu lagi menahan debit air, selama dua hari wilayah Papua Barat pada masa itu diguyur hujan deras.

Bukit Lawang (2003)

Bukit Lawang diterjang banjir bandang pada tahun 2003, saat itu sedang bulan puasa dan masyarakat setempat tak ada menyangka atas bencana yang terjadi di tepi Sungai Bahorok, Bukit Lawang, Sulawesi Utara tersebut.

Kejadian tersebut menewaskan sedikitnya 200 orang, dan menjadi berita pilu bagi Tanah Air. Banjir Lawang ini disebabkan oleh kerusakan hutan lingkungan sekitar, yang menghambat daya serap air hujan ke dalam tanah.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com