Gresik, blok-a.com – Menjelang penutupan tahun 2024, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerbitkan surat telegram mutasi untuk Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) Polri.
Mutasi ini tertuang dalam Surat Telegram bernomor ST/2776/XI/Kep/2024 yang diterbitkan pada 29 Desember 2024.
Dalam surat tersebut, Kapolres Gresik AKBP Arief Kurniawan dimutasi ke jabatan baru sebagai Kasubbagmutjab Pamenti Bagmutjab Robinkar SSDM Polri.
Posisi ini akan digantikan oleh AKBP Rovan Richard Mahenu, yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit 4 (Jatanras) Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Kabar mutasi ini dibenarkan oleh Kasie Humas Polres Gresik, Iptu Wiwit Mariyanto.
“Benar ada Surat Telegram mutasi jabatan Kapolres Gresik. Untuk penggantinya infonya pindahan dari Polda Metro Jaya. Untuk sertijabnya masih belum ada info. Kemungkinan satu bulan ke depan,” ujar Iptu Wiwit, Senin (30/12/2024).
Profil AKBP Rovan Richard Mahenu
AKBP Rovan Richard Mahenu, S.I.K., M.Si., merupakan alumni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2006. Ia telah menempati sejumlah jabatan strategis di Polda Metro Jaya, di antaranya sebagai Kasubdit Siber dan Kasubditbinsatpam Ditbinmas.
Sebelum dimutasi menjadi Kapolres Gresik, AKBP Rovan menjabat sebagai Kasubdit 4/Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
AKBP Rovan dikenal memiliki rekam jejak karier yang cemerlang. Selain pendidikan di Akpol, ia juga menyelesaikan pendidikan hingga jenjang magister.
AKBP Rovan tercatat menjadi delegasi Polri di 23rd Pacific Conference FBI Asia di Malaysia dan mengikuti pendidikan FBI National Academy (NA) di Quantico, Virginia, Amerika Serikat.
AKBP Rovan memiliki pengalaman menangani berbagai kasus besar, khususnya di bidang siber. Beberapa kasus yang berhasil diungkapnya antara lain:
1. Cyber Fraud
Mengungkap penipuan daring hingga menangkap puluhan warga negara asing di Jakarta Barat.
2. Penggelapan MacBook Pro
Menangkap tersangka yang mencuri barang pelanggan melalui modus akun driver ojek online palsu.
3. Penistaan Agama oleh Joseph Suryadi
Menangani kasus ujaran kebencian terkait SARA yang bermula dari pesan di grup WhatsApp.
Dengan rekam jejak dan prestasi yang dimiliki, AKBP Rovan diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi Polres Gresik.(ivn/lio)









