Datangkan 15 Ribu Tinta, KPU Kabupaten Malang Mulai Cicil Logistik Pemilu

Datangkan 15 Ribu Tinta, KPU Kabupaten Malang Mulai Cicil Logistik Pemilu
Caption : Belasan ribu tinta logistik milik KPU Kabupaten Malang (Blok-a.com / Putu Ayu Pratama S)

 

Kabupaten Malang, Blok-a.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang mulai terima logistik Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang, dimulai dengan mendatangkan sebanyak 15 ribu tinta pencoblosan.

Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemiluh, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Malang, Marhaendra Pramudya Mahardika mengatakan, tita diterima pada Senin (23/10/2023) kemarin.

Dika sapaan akrabnya mengatakan, jumlah tinta tersebut disesuaikan dengan jumlah Tempat Pemilihan Suara (TPS) yang tersebar di Kabupaten Malang, yakni sebesar 7.761 TPS.

“Untuk jumlahnya setiap TPS ada dua tinta. Jadi jumlah TPS sebanyak 7.761 itu dikali dua, ada sebanyak 15.522 tinta yang sudah diterima. Ini digunakan untuk perlengkapan yang dicelupkan ke tangan di TPS,” jelas Dika saat ditemui di Kantor KPU Kabupaten Malang, Rabu (25/10/2023).

Sedangkan untuk logistik lain seperti, bilik suara, surat suara, paku pencoblosan dan lainnya sebagainya masih menunggu tahapan Daftar Calon Tetap (DCT) ditetapkan pada awal November mendatang.

“Untuk pengadaan logistik tahap pertama ini, tidak terkait dengan pemungutan suara. Seperti surat suara itu belum, karena masih menunggu DCT, menunggu penetapan calon presiden dan wakilnya juga,” bebernya.

Selain itu, lanjut Dika, distribusi logistik juga dilihat dari kesiapan gudang penyimpanan. Untuk gudang logistik, hingga saat iki KPU Kabupaten Malang masih melakukan persiapan.

Untuk itu, sementara waktu, logistik tinta Pemilu yang sudah datang akan disimpan di Ruang Aula Tumampel KPU Kabupaten Malang dengan pengawasan pihak kepolisian.

“Saat ini gudang KPU Kabupaten Malang belum tersedia. Kita masih memiliki Gedung Aula saja, kita masih upaya sewa gudang di Bulog. Kalau sudah ready maka akan kita alihkan ke sana,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Dika mengatakan, tahap dua pengadaan logistik akan mencakupi pengadaan surat suara, sampul formulir, alat bantu tunanetra, daftar pasangan calon, daftar Calon Legislatif (Caleg) tetap.

“Pengadaan tahap kedua akan dilakukan Desember sampai dengan Januari,” pungkasnya. (ptu/bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?