Banyuwangi, blok-a.com – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Banyuwangi mencatat jumlah insiden kebakaran sepanjang tahun 2025 mencapai 145 kejadian. Angka tersebut menunjukkan bahwa kebakaran masih menjadi ancaman serius, baik di kawasan permukiman maupun pusat aktivitas ekonomi di wilayah Bumi Blambangan.
Berdasarkan data Damkarmat Banyuwangi, objek yang paling banyak terdampak kebakaran adalah bangunan ruko atau tempat usaha dengan total 45 lokasi. Disusul rumah tinggal sebanyak 35 kejadian, kebakaran lahan 15 kejadian, serta gardu listrik yang tercatat terbakar di 14 titik berbeda.
Selain itu, kebakaran juga menimpa kendaraan bermotor. Sepanjang 2025, tercatat sebanyak tujuh unit sepeda motor dan tujuh unit mobil mengalami kebakaran. Tidak hanya itu, tiga bangunan sekolah dan tiga kantor turut terdampak peristiwa serupa. Sementara 13 kejadian lainnya masuk dalam kategori objek lain-lain.
Dari total kejadian tersebut, kebakaran tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga korban jiwa. Tercatat satu orang meninggal dunia dan 19 orang mengalami luka-luka dengan tingkat cedera yang beragam. Secara keseluruhan, kerugian materi akibat kebakaran sepanjang 2025 diperkirakan mencapai Rp8,22 miliar.
Kepala Damkarmat Banyuwangi, Yoppy Bayu Irawan, mengungkapkan bahwa penyebab kebakaran yang paling dominan masih berasal dari korsleting listrik serta penggunaan api yang tidak diawasi dengan baik oleh pemilik atau penghuni bangunan.
“Oleh sebab itu kami terus mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan memastikan instalasi listrik aman serta mematikan sumber api saat tidak digunakan,” ujar Yoppy pada Selasa (6/01/2026).
Menurut Yoppy, tingginya kasus kebakaran akibat listrik menunjukkan masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap standar keamanan instalasi kelistrikan, khususnya pada bangunan lama, rumah padat penduduk, dan ruko yang mengalami perubahan fungsi tanpa penyesuaian sistem listrik.
Selain penanganan kebakaran, Damkarmat Banyuwangi juga terus mengintensifkan upaya pencegahan. Langkah tersebut dilakukan melalui kegiatan edukasi, sosialisasi, hingga inspeksi keselamatan kebakaran secara berkala, terutama di kawasan dengan tingkat kepadatan penduduk tinggi serta pusat-pusat aktivitas ekonomi.
“Melalui edukasi dan sosialisasi tersebut, kami berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat. Karena pencegahan adalah kunci utama untuk menekan jumlah kejadian dan meminimalisir korban maupun kerugian,” tutupnya.
Damkarmat Banyuwangi mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik, tidak menggunakan colokan bertumpuk, serta memastikan peralatan listrik dalam kondisi layak pakai. Selain itu, masyarakat juga diharapkan menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) di rumah maupun tempat usaha sebagai langkah awal penanganan kebakaran.
Sebagai informasi, salah satu kebakaran besar yang terjadi sepanjang 2025 adalah insiden kebakaran hebat yang menimpa pabrik triplek Margo Joyo Plywood di Dusun/Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore. Peristiwa tersebut sempat mengundang perhatian luas karena besarnya kobaran api dan potensi kerugian yang ditimbulkan.










Balas
Lihat komentar