Penemuan Mayat Perempuan Muda Gegerkan Warga Desa Popoh Blitar

Jasad korban diketemukan di pinggir jalan Desa Popoh, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar. (blok-a.com/Fajar)
Jasad korban diketemukan di pinggir jalan Desa Popoh, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar. (blok-a.com/Fajar)

Blitar, blok-a.com – Warga Desa Popoh, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, dikejutkan dengan penemuan mayat seorang perempuan muda, Senin pagi (7/7/2025) sekitar pukul 06.00 WIB.

Korban pertama kali ditemukan oleh Sutiyah (49), seorang warga yang sedang menyapu halaman rumahnya.

Saat itu, ia melihat sosok tergeletak di tepi jalan dan awalnya mengira bahwa orang tersebut dalam keadaan mabuk atau mengalami gangguan jiwa.

Namun, setelah diperiksa lebih dekat bersama warga lainnya, mereka menyadari bahwa perempuan tersebut telah meninggal dunia.

Menurut keterangan Kasi Humas Polres Blitar, Ipda Putut Siswahyudi, mayat perempuan muda tersebut diketahui berinisial DO (21), warga Dusun Purworejo, Desa Punjul, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri.

Identitas DO terungkap setelah pihak keluarga dan perangkat Desa Punjul mengonfirmasi penemuan jasadnya.

“Kakak korban sendiri yang menyaksikan jenazah dan membenarkan identitasnya,” kata  Putut.

Saat ditemukan, DO mengenakan kaos hitam bertuliskan “fighter netral” yang dilapisi hoodie hijau.

Terdapat beberapa tato di tubuhnya, termasuk tato nama “Dita Okta” di tangan kiri, tato daun di lengan kanan, dan tato karakter Doraemon di kaki kiri. Di wajahnya juga ditemukan luka gores kecil.

Jasad Dita segera dievakuasi ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Sebelum identitasnya terungkap, petunjuk awal yang membantu polisi mengenali korban adalah tato-tato tersebut.

DO dilaporkan meninggalkan rumah pada Jumat (4/7/2025), setelah waktu Isya. Ia diketahui bekerja di warung kopi di wilayah Desa Bangkok, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Beberapa informasi menyebutkan bahwa ia juga bekerja di warung kopi di Selopuro.

Penyebab kematian korban masih dalam penyelidikan. Pihak kepolisian belum dapat memastikan apakah kematiannya disebabkan oleh kecelakaan atau pembunuhan.

Dari pemeriksaan sementara, polisi tidak menemukan luka luar yang serius pada jasadnya. Rencananya, jenazah DO akan diautopsi di RS Bhayangkara Kediri.

“Masih dalam penyelidikan. Hari ini, kami akan melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban,” pungkas Putut. (jar/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com