Kota Malang, blok-a.com – Sekretaris Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Asep Kurnia, mendorong pengelolaan premi bagi warga binaan di Lapas Kelas I Malang dilakukan melalui sistem perbankan. Langkah ini dinilai dapat membuat pengelolaan dana lebih aman, transparan, dan menjadi bekal ekonomi saat warga binaan kembali ke masyarakat.
Arahan tersebut disampaikan Asep saat meninjau program pembinaan kemandirian Batik Tulis Lowokwaroe di Lapas Kelas I Malang, Jumat (17/7/2026). Dalam kesempatan itu, ia berdialog langsung dengan warga binaan sekaligus memastikan hak mereka atas premi hasil kerja telah diberikan.
“Ke depan, pengelolaan premi perlu ditingkatkan melalui sistem perbankan. Selain lebih aman dan akuntabel, dana tersebut dapat langsung dimanfaatkan oleh warga binaan ketika kembali ke masyarakat sebagai modal awal untuk berusaha dan membangun kehidupan yang mandiri,” ujar Asep.
Kepala Lapas Kelas I Malang, Christo Victor Nixon Toar, mengatakan seluruh warga binaan yang mengikuti program pembinaan kemandirian telah menerima hak premi yang dikelola secara akuntabel melalui buku tabungan premi.
“Seluruh warga binaan yang bekerja dalam program pembinaan kemandirian telah memperoleh hak premi yang dikelola secara akuntabel melalui buku tabungan premi. Hal ini merupakan bentuk penghargaan atas produktivitas mereka sekaligus menjadi bekal awal untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah bebas,” jelas Christo.
Menurutnya, sistem pemberian premi tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas hasil kerja warga binaan, tetapi juga bagian dari pembinaan agar mereka memiliki kesiapan ekonomi ketika menjalani reintegrasi sosial.
Christo menegaskan pihaknya siap menindaklanjuti arahan Sekretaris Jenderal Imipas untuk mengembangkan pengelolaan premi melalui kerja sama dengan lembaga perbankan.
“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan pembinaan yang tidak hanya membekali warga binaan dengan keterampilan kerja, tetapi juga mempersiapkan aspek ekonomi, karakter, dan kemandirian sehingga proses reintegrasi sosial dapat berjalan lebih optimal,” pungkasnya.










Balas