Asal Usul Sebutan Kawasan Tongan di Kota Malang, Ternyata Masih Jadi Misteri

Kawasan Tongan di Kota Malang, yang berada di Jl. Ade Irma Suryani, Kel Kauman, Kec Klojen, Kota Malang. (blok-a.com / M Berril Labiq)
Kawasan Tongan di Kota Malang, yang berada di Jl. Ade Irma Suryani, Kel Kauman, Kec Klojen, Kota Malang. (blok-a.com / M Berril Labiq)

Kota Malang, blok-a.com – Nama kawasan Tongan di Kota Malang kerap dikaitkan dengan keberadaan tong berukuran besar yang konon pernah berada di sekitar Embong Arab pada era 1950-1960-an. Namun, Sejarawan Malang Agung H Buana menyebut anggapan tersebut tidak memiliki dasar sejarah yang kuat.

Menurut Agung, memang pernah ada tong besar di kawasan tersebut. Namun, keberadaannya tidak bisa dijadikan asal-usul nama Tongan karena nama itu sudah muncul jauh lebih awal dalam peta kolonial.

“Itu hanya kecocokan yang dipaksakan. Memang benar dulu ada tong besar di dekat Embong Arab sekitar tahun 1950-1960-an, tetapi bukan berarti dari situlah nama Tongan berasal,” ujar Agung, Minggu (19/7/2026).

Ia menjelaskan, peta Belanda tahun 1882 belum mencantumkan nama Tongan sebagai sebuah kawasan. Saat itu wilayah yang kini berada di sekitar Jalan Ade Irma Suryani lebih dikenal sebagai Belakang Loji. Sementara nama-nama seperti Kauman, Kidul Pasar, Jodipan, dan Kasin sudah lebih dulu tercatat.

“Kalau melihat peta tahun 1882, Tongan memang belum ada. Baru pada peta tahun 1923 muncul nama Tongan Straat atau Jalan Tongan,” katanya.

Penyebutan tersebut masih bertahan dalam peta tahun 1946. Saat itu kawasan Belakang Loji masih digunakan, sedangkan wilayah di sisi barat dikenal sebagai Tongan Straat. Kawasan itu juga berada tidak jauh dari Gandean dan Kidul Loji.

Agung mengatakan, penamaan wilayah di Malang umumnya berkaitan dengan nama tanaman, jabatan, atau kondisi geografis suatu tempat. Karena sudah muncul pada peta tahun 1923, ia memperkirakan nama Tongan telah digunakan sejak awal 1900-an.

“Kalau sebuah nama sudah masuk peta tahun 1923, biasanya nama itu sudah digunakan sekitar 20 sampai 30 tahun sebelumnya. Artinya, nama Tongan kemungkinan sudah ada sejak awal 1900-an, jauh sebelum tong besar era 1950-an,” jelasnya.

Meski demikian, hingga kini belum ada sumber yang benar-benar memastikan asal-usul nama Tongan. Agung menyebut setidaknya ada empat versi yang berkembang di masyarakat.

Versi pertama menyebut nama Tongan berasal dari Kali Tongan. Di sungai kecil tersebut terdapat gorong-gorong berbentuk bulat menyerupai tong. Lokasinya berada di bawah kawasan yang kini dikenal sebagai Warung Sate Bang Saleh.

Versi kedua berkaitan dengan aktivitas perdagangan. Dahulu kawasan itu dihuni banyak warga keturunan Tionghoa dan Arab yang menjual sirup, parfum, hingga minyak. Barang-barang tersebut disimpan di dalam tong dalam jumlah besar sehingga diduga melahirkan nama Tongan.

“Jejak perdagangan itu masih bisa ditemukan. Salah satunya toko Aneka Kimia di kawasan Kasin yang sudah ada sejak lama,” ujar Agung.

Versi ketiga mengaitkan nama Tongan dengan sebuah penginapan milik keluarga Tionghoa bernama Hotel Tong An. Dari penyebutan Tong An, masyarakat diduga kemudian menyingkatnya menjadi Tongan.

Sementara versi terakhir merujuk pada nama Tongan Straat yang tercantum dalam peta kolonial. Menurut Agung, keberadaan nama jalan tersebut menjadi bukti bahwa Tongan sudah dikenal jauh sebelum muncul cerita tentang tong besar. (bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Jurnalis sekaligus videographer Blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu pemerintahan, peristiwa, kriminal dan pendidikan di Malang Raya.
Redaktur Pelaksana sekaligus Jurnalis Blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu sosial, politik, dan peristiwa terkini di Malang Raya