Fakta-Fakta Kecelakaan Maut Bus Karyawan RS Bina Sehat Jember di Lereng Bromo

Petugas melakukan olah TKP di lokasi kecelakaan di Jalan Raya Bromo, Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Minggu (14/9/2025). (foto: Humas Polres Probolinggo)
Petugas melakukan olah TKP di lokasi kecelakaan di Jalan Raya Bromo, Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Minggu (14/9/2025). (foto: Humas Polres Probolinggo)

Blok-a.com – Kecelakaan tunggal menimpa bus rombongan karyawan Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember di jalur lereng Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Minggu (14/9/2025) sore. Bus yang mengangkut 52 orang penumpang itu mengalami kecelakaan diduga akibat rem blong, mengakibatkan 8 orang tewas dan 44 lainnya luka-luka.

Sopir bus berinisial AB (57) yang selamat langsung diamankan polisi untuk dimintai keterangan terkait kronologi kecelakaan.Berikut sejumlah fakta terkait tragedi ini:

Kronologi Kecelakaan

Minggu siang, sekitar pukul 11.45, peristiwa nahas ini berawal dari bus Hino IND’S 88 bernomor polisi P-7221-UG yang melaju dari arah barat ke timur. Saat tiba di tempat kejadian perkara (TKP), yakni di Jalan Raya Bromo, Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo yang kondisinya menurun dan menikung, diduga rem bus gagal berfungsi optimal.

Kendaraan pun tidak bisa dikendalikan, sehingga menabrak pembatas jalan dan sepeda motor bernomor polisi N-2856-OE.

Dugaan sementara, penyebab kecelakaan adalah komponen rem yang tidak berfungsi optimal alias blong. Meski demikian, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan dan olah TKP guna mengungkap penyebab secara pasti.

“Kecelakaan itu tidak banyak melibatkan kendaraan, maka hasil dari olah TKP akan keluar dalam waktu tiga hari ke depan. Selama proses olah TKP, arus lalu lintas di lokasi kejadian ditutup total,” tutur Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jatim, AKBP Septa Firmansyah, dikutip dari Antara, Senin (15/9/2025).

Bus Sempat Menepi

Berdasarkan keterangan sopir bus, sebelum kecelakaan terjadi, ia sudah merasakan adanya masalah pada rem saat melintas di wilayah Jatian, Desa Boto, Kecamatan Lumbang. Ia sempat mencoba memperlambat laju kendaraan dengan menepi ke pinggir jalan, namun kembali melaju setelah mendapat klakson dari pengendara lain.

“Sampai di Jatian itu rem sudah terasa tidak enak. Akhirnya saya ke pinggir pelan-pelan, tapi malah diklakson kendaraan di belakang,” ujar Al Bahri, dikutip dari Kompas, Minggu (14/9/25).

Karena khawatir situasi makin berbahaya, ia meminta kondektur bus, Mergi, untuk berjaga-jaga. Namun, saat bus melewati jalan menanjak dan menikung, ia benar-benar kehilangan kendali.

“Jadi saya banting setir ke kanan karena jalan di depan kosong. Kalau ke kiri banyak kendaraan, ada mobil dan sepeda motor. Rem angin juga sudah saya fungsikan, tapi tetap tidak bisa. Saat itu saya hanya bisa pasrah,” tuturnya.

8 Korban Meninggal Dunia

Bus mengangkut 52 penumpang, insiden kecelakaan mengakibatkan delapan orang meninggal dunia, 17 orang luka berat, dan sisanya luka ringan.

Setelah kecelakaan, para korban segera dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan terdekat untuk segera memperoleh perawatan. Para korban kemudian diusung ke RSUD Dr Saleh, RSU Ar-Rozy, RSU Tongas, Puskesmas Sukapura, Lumbang dan Wonomerto, di Kabupaten Probolinggo.

Dari delapan korban, sebanyak tiga di antaranya merupakan satu keluarga, berikut daftar namanya.

  1. Bela Puteri Kayila Nurjati (10), warga Desa Gebang, Kecamatan Patrang
  2. Hesti Purba Wredhamaya (39), warga Desa Pancakarya, Kecamatan Ajung.
  3. Hendra Pratama (37), warga Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates,
  4. Arti Wibowati (34), warga Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan,
  5. Wardatus Soleha (35), warga Desa Serut, Kecamatan Panti
  6. Aiza Fahrani Agustin (7), warga Desa Serut, Kecamatan Panti.
  7. Desi Eka Agustin (33), warga Kecamatan Jenggawah,
  8. Nasha Azkiya Naygara (14), warga Desa Baratan, Kecamatan Patrang,

Rombongan Syukuran Kelulusan

Direktur RS Bina Sehat, Faida, mengonfirmasi bahwa kecelakaan bus menimpa rombongan karyawannya yang sedang berwisata ke Gunung Bromo. Perjalanan tersebut dilakukan dalam rangka syukuran usai para karyawan menyelesaikan kuliah strata 1 (S1).

“Mereka kabarnya baru turun dari Gunung Bromo usai tasyakuran kelulusan S1,” ujarnya, dikutip dari Antara, Minggu (14/9/2025).

Faida juga mengonfirmasi bahwa tujuh korban meninggal di lokasi, sedangkan dua lainnya saat dirawat di rumah sakit. Menurutnya, ada beberapa penumpang dalam kondisi kritis. Ia pun turun langsung ke Probolinggo untuk memantau proses penanganan sekaligus membawa 18 armada ambulans guna membantu evakuasi.

Pada Minggu petang, seluruh rombongan karyawan RSBS yang menjadi korban telah dibawa pulang ke Jember, menggunakan armada 23 ambulans dari RSBS. dr. Faida memimpin langsung proses penjemputan para korban di sejumlah rumah sakit, di antaranya RSUD Moh Saleh, RSU Ar-Rozy, RSUD Tongas di Kabupaten dan Kota Probolinggo

“Kebanyakan mereka yang pergi ke Bromo berpasangan. Mereka ingin rekreasi bersama keluarga, namun musibah terjadi. Saya lihat di lapangan, bus pariwisata menghantam pagar besi hingga roboh. Polda Jatim sudah langsung olah tempat kejadian saat kami tiba,” ujarnya. (mg1/gni)

Penulis: Rosa Dwi Eliyah (Mahasiswi Magang UTM Bangkalan)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com