Bojonegoro, Blok-a.com – Masyarakat Desa Pancur, Kecamatan Temayang, kembali menggelar tradisi tahunan Sedekah Bumi sebagai wujud syukur atas hasil panen yang melimpah sekaligus upaya melestarikan (uri-uri) budaya Jawa, Rabu (15/04/2026).
Rangkaian acara dimulai sejak siang hari di Sendang Panji. Dengan semangat gotong royong, warga membawa jodang berisi hasil bumi untuk didoakan bersama. Suasana khidmat dan kekeluargaan tampak jelas saat prosesi doa berlangsung di lokasi tersebut.
Kemeriahan berlanjut hingga malam hari di kediaman Kepala Desa Pancur, H. Lulus Pujiono. Acara malam tersebut diisi dengan hiburan rakyat kesenian Langgam Tayub Waranggono yang menarik antusiasme warga, bahkan hingga dari desa tetangga.
Kepala Desa Pancur yang akrab disapa Mbah Lulus ini mengungkapkan rasa syukurnya atas keberkahan yang diterima warganya sepanjang tahun.
“Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, hasil panen warga tahun ini lancar dan tidak ada musibah apa pun,” ujar Kades yang dikenal murah senyum dan nyentrik tersebut.
Ia menegaskan bahwa tradisi Sedekah Bumi akan terus diagendakan setiap tahun guna menjaga nilai-nilai warisan leluhur. Mbah Lulus berharap, hasil panen di masa mendatang bisa semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Pancur.
“Saya beserta istri mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Tuhan dan seluruh warga. Ini adalah bagian dari jati diri kami sebagai orang desa dan upaya kami dalam uri-uri budoyo jowo,” pungkasnya. (sil/ova)










Balas
Lihat komentar