Kota Mojokerto, blok-a.com – Prosesi sakral Umbul Dungo menjadi pembuka kuat rangkaian Mojotirto Festival 2026 yang digelar di Pendapa Sabha Mandala Tama, Jumat (17/4/2026) malam. Ritual ini tidak sekadar seremoni budaya, tetapi menjadi simbol persatuan, spiritualitas, sekaligus penguat identitas Kota Mojokerto sebagai bagian dari Bumi Majapahit.
Prosesi Umbul Dungo diawali dengan penyatuan air dari tujuh sumber mata air di wilayah Mojokerto yang sarat nilai historis. Air tersebut kemudian dipadukan dengan air kiriman dari berbagai daerah di Jawa Timur yang dibawa para duta wisata, sebagai simbol kebersamaan lintas daerah.
Dalam suasana khidmat, para pemuka agama dari berbagai keyakinan memimpin doa bersama. Momentum ini menegaskan nilai toleransi dan harmoni sosial yang hidup di tengah masyarakat.
Elemen budaya yang tak kalah penting adalah hadirnya buceng kuat, tumpeng khas yang melambangkan kekuatan, keteguhan, dan harapan akan ketahanan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Prosesi ditutup dengan tabur bunga sebagai simbol tolak balak, yang dimaknai sebagai doa agar masyarakat dijauhkan dari marabahaya serta diberikan keselamatan dan kesejahteraan.
Usai ritual, Wakil Wali Kota Mojokerto Rachman Sidharta Arisandi menyambut para duta wisata dalam gala dinner di Balai Kota Mojokerto. Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya air sebagai simbol kehidupan sekaligus perekat persaudaraan.
“Air adalah sumber kehidupan. Dengan menyatukan air, kita juga mengikat persaudaraan yang lebih luas antar daerah,” ujar Cak Sandi.
Mewakili Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, ia juga mengapresiasi partisipasi para duta wisata yang dinilai berperan dalam memperkuat promosi pariwisata daerah.
Menurutnya, sinergi antar daerah melalui kegiatan budaya seperti ini menjadi langkah strategis untuk menghidupkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Dengan saling berbagi dan berkolaborasi, destinasi wisata tidak akan berhenti di satu kota, tetapi saling terhubung dan menguatkan,” tambahnya.
Sebagai puncak rangkaian festival, prosesi Larung Tirta Amerta akan digelar di Sungai Ngotok dan dilanjutkan dengan pembukaan Kejuaraan Provinsi Dayung Jawa Timur 2026.
Melalui Mojotirto Festival, Pemerintah Kota Mojokerto tidak hanya merawat tradisi, tetapi juga membangun narasi besar tentang kekuatan budaya sebagai motor penggerak pariwisata dan ekonomi lokal.(sya/bob)










Balas
Lihat komentar