Kabupaten Malang, blok-a.com – Bupati Malang HM Sanusi mendampingi Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq dalam kunjungan kerja ke Koperasi SAE (KOP SAE) Pujon, Kamis (16/7/2027). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor peternakan sapi perah nasional melalui kolaborasi antara pemerintah, koperasi, dan pelaku industri.
Dalam kunjungannya, Hanif menyoroti masih tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor susu. Ia menyebut sekitar 80 persen kebutuhan susu nasional masih dipenuhi dari luar negeri dalam bentuk susu bubuk, sementara peternak sapi perah di dalam negeri masih menghadapi berbagai tantangan.
Ia mengungkapkan, persoalan tersebut harus diselesaikan melalui penguatan keterpaduan antara sektor hulu dan hilir. Pengembangan peternakan menjadi tanggung jawab Kementerian Pertanian, sedangkan penguatan industri pengolahan berada di bawah Kementerian Perindustrian dengan dukungan Kementerian Perdagangan agar rantai pasok berjalan lebih efektif.
“Kalau integrasi antara hulu dan hilir tidak kita lakukan, maka kita akan terus bergantung pada impor. Di sisi lain, peternak menghadapi tekanan yang semakin besar, termasuk tantangan dalam melakukan regenerasi maupun peremajaan sapi perah,” ungkap Hanif.
Hanif menilai Jawa Timur merupakan sentra produksi susu terbesar di Indonesia, dengan Kabupaten Malang sebagai salah satu daerah yang memiliki kontribusi penting terhadap produksi susu nasional. Hasil dialog bersama pengurus koperasi dan para peternak, lanjutnya, akan menjadi bahan pembahasan dalam rapat koordinasi lintas kementerian sebelum dibawa ke rapat koordinasi terbatas yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Ia menambahkan, Presiden telah memberikan arahan agar Kementerian Koordinator Bidang Pangan mengoordinasikan berbagai persoalan pangan nasional, termasuk komoditas susu sebagai bagian dari upaya mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan.
Hanif juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Malang dalam mendukung pengembangan sektor peternakan sapi perah. Menurutnya, peran aktif pemerintah daerah menjadi salah satu kunci untuk memperkuat ekosistem industri persusuan nasional.
“Kolaborasi pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi keniscayaan agar masyarakat mampu memperkuat ketahanan pangan, khususnya di sektor susu. Jika sektor hulu dan hilir tidak berjalan beriringan, maka biaya produksi akan sulit bersaing dengan produk impor yang lebih murah. Kondisi ini tentu akan menghambat cita-cita kita mewujudkan swasembada pangan,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Malang HM Sanusi menyambut positif perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan sektor persusuan di Kabupaten Malang. “Sebagai salah satu sentra peternakan sapi perah nasional, Kabupaten Malang siap mendukung berbagai program strategis untuk meningkatkan produksi susu dalam negeri sekaligus meningkatkan kesejahteraan para peternak,” ujar Sanusi.
Melalui kunjungan tersebut, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, koperasi, dan industri dalam memperkuat rantai pasok susu nasional, mengurangi ketergantungan impor, serta mendukung terwujudnya kemandirian pangan nasional. (yog/bob)










Balas
Lihat komentar