Kawanan Pencopet di Kayutangan Heritage

Kawanan Pencopet di Kayutangan Heritage
Kawanan pencopet dengan salah satunya topi berwarna biru terekam CCTV sedang beraksi di Kayutangan Heritage (dok. Kafe di Kayutangan Heritage)

Kota Malang, blok-a.com – Kawanan copet berkeliaran di Kayutangan Heritage. Korbannya sudah ada. Mahasiswa harus kehilangan ponsel Samsung A54 seharga Rp 6,7 juta.

Aksi pencopetan itu menimpa mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kota Malang berinisial SD (22) saat berkunjung ke Kayutangan Heritage Rabu (11/12/2024) kemarin. Dia berkunjung pada malam hari sekitar pukul 20.00.

Kapolsek Klojen Kompol Syabain Rahmad melalui Kasi Humas Polresta Malang Kota Ipda Yudi Risdianto membenarkan. Aksi pencopetan itu diketahui dari CCTV milik salah satu kafe di Kayutangan Heritage.

“Aksi copet itu terekam kamera CCTV milik salah satu kafe yang berada di dekat TKP. Dan korban malam itu juga melaporkan ke Polsek Klojen,” kata Ipda Yuris saat dikonfirmasi awak media, Minggu (15/12/2024).

Dalam keterangannya Yudi menyampaikan, sekitar pukul 20.00 WIB, korban tengah berjalan-jalan di kawasan Kayutangan Heritage dengan temannya. SD kala itu menyeberang melalui zebra cross. Dia tidak menaruh curiga ada kawanan pencopet di sekitarnya, dia asyik mengobrol dengan temannya saat itu.

“Kemudian, SD nyeberang di zebra cross sambil asyik ngobrol sama temannya,” bebernya.

Saat korban menyeberang inilah, diduga ada komplotan copet yang beraksi. Dimana salah satu pelaku yang merupakan seorang ibu-ibu, berjalan pelan di depan.

Sementara di belakang SD ada pria lainnya yang membuntutinya. Pria itu selalu memepet SD saat berjalan.

“Di depannya ada ibu-ibu jalannya melambat, lalu tanpa sepengetahuan korban, ternyata sudah dibuntuti oleh seorang pelaku pria. Kemudian, teman korban ini merasa aneh karena si pria ini jalannya selalu mepet ke arah pelapor ” jelasnya.

Pencopet itu mengambil ponsel merk Samsung A54 dengan uang tunai Rp100 ribu di saku celana. Korban baru mengetahui ketika handphone dan uang tunai Rp 100 ribu itu hilang, saat berjalan di trotoar jalan.

“Korban itu baru sadar jadi korban pencopetan, tapi waktu nengok ke belakang terduga pelaku sudah hilang berbaur dengan kerumuman orang,” tuturnya.

Kasus ini dalam penyelidikan aparat kepolisian.

“Kami menghimbau agar masyarakat selalu berhati hati menjaga barang barang berharganya saat ditempat keramaian,” tukasnya. (ags/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com