Kota Malang, blok-A.com – Aremania menyangkal pernyataan Polri bahwa penggunaan gas air mata kedaluwarsa tidak berbahaya.
Wakil Aremania, Raffi Ultras menjelaskan, gas air mata itulah penyebab awal kepanikan terjadi dan berujung kematian dan luka suporter di Stadion Kanjuruhan.
“Dibayangkan saja beberapa saudara kami yang khawatir atau panik dengan kepanikan saling ingin menyelamatkan diri. Masih dalam kondisi lorong juga ditembakkan gas air mata. Dalam keadaan perih sesak nafas apakah itu tidak menjadikan penyebab kematiannya juga?” tanyanya di Gedung KNPI Kota Malang.
Dia merasa sakit hati atas pernyataan Polri itu. Dia pun ingin pembuktian jika memang gas air mata itu tidak berbahaya dan mematikan.
“Kalau memang kondisinya gas air mata tidak mematikan ya monggo dicoba di dalam keadaan yang sama,” imbuhnya.
Dia pun yakin jika pembuktian itu dilakukan, akan muncul korban jiwa juga. “Dalam ruangan tertutup, diberikan gas air mata tanpa ada ruang untuk bergerak pastinya mati juga,” tuturnya.
Sementara itu, Dadang Holopes selaku Tim pendataan korban tragedi Kanjuruhan mengatakan jika hingga detik ini kurang lebih ada 80 pelapor yang merupakan korban tragedi Kanjuruhan ke posko gabungan Aremania di KNPI.
“Di kita yang meninggal yang meninggal kita cek kebenarannya 131. Sedangkan korban yang melapor ke posko kami di KNPI kurang lebih 80 orang,” kata Dadang Holopes.
Rata-rata Pelaporan korban tragedi Kanjuruhan mengeluh sesak napas, dada sakit dan tenggorokan masih terasa perih.
“Kebanyakan seperti sesak napas, di dadanya sakit, sesak buat napas ini tenggorokannya masih berasa perih,” tambahnya.
Tim posko gabungan Aremania juga berkolaborasi dengan pihak BPBD Kota Malang untuk saling bekerjasama memberikan trauma healing bagi korban tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 lalu.
“Ada beberapa yang masih trauma, juga ada keluarga Korban yang tetangganya melaporkan ke kita untuk trauma healing, sudah kita sampaikan ke rekan-rekan tim trauma healing. Kita juga bekerjasama dengan BPBD. Ini juga sudah kita update, kita sinkronkan, untuk healing juga sudah turun ke lapangan,” kata Dadang Holopes. (bob)









