Kaleidoskop Sutiaji: Bawa Ekonomi Kota Malang Tumbuh Tinggi Meski Pandemi Covid-19

pameran umkm
Wali Kota Malang Sutiaji bersama Ketua Dekranasda Kota Malang, Widayati Sutiaji meninjau Dekranasda Fest 2022 dan Festival Mbois 7. (istimewa)

Dia mengikuti salah satu program pendampingan UMKM selama satu tahun dari Diskoperindag Kota Malang.

Dua produknya yang baru yakni pizza kering dan soes kering disempurnakan dipelatihan dan pendampingan dengan biaya gratis.

Tak hanya itu, perizinan hingga sejumlah sertifikasi yang dibutuhkan untuk mengangkat derajat produknya juga difasilitasi Pemkot Malang secara gratis.

Rully menceritakan, penyempurnaan produk yang didapat dari pelatihan Pemkot Malang ialah produk soes keringnya.

Kala itu, soes keringnya itu isiannya berupa selai coklat hingga apel dipisah. Namun salah satu pendamping dari Diskoperindag Asih Siswanti menyarankan agar isiannya itu ditaruh didalam sus.

“Biar cara makannya pebih mudah. Daripada isiannya dicocol dan dipisah,” kata dia.

Rully pun sempat berpikir. Jika seperti itu, pasti akan susah dalam produksinya. Sebab, Rully dan istri harus memasukkan isiannya satu per satu ke soes.

Namun dia melakukannya agar produk UMKM-nya itu diterima di pasaran.

“Sore sampai malam saya. Jadi gantian dan itu kami lakukan terus,” kata dia.

500 Pcs produk soes pun berhasil dia bikin bersama istri.

Setelah berhasil membikin produk, Rully pun kebingungan untuk membikin desain. Untungnya Pemkot Malang waktu itu juga menyediakan jasa desain dan cetak gratis untuk 500 bungkus produknya.

Dia bersyukur atas bantuan dari Pemkot Malang. Sebab desain yang diberikan cukup menarik. Ada lumeran coklat atau isian lainnya sesuai varian di bungkus produknya.

“Desain ini pasti akan langsung membut orang ingin beli. Karena menarik mas. Ada lumerannya,” kata dia.

Dengan 500 pcs produk siap jual dan bungkus yang menarik, soes kering itu ludes terjual.

Dari situ tahun 2022 menjadi cerah bagi Rully. Pelaku UMKM Kota Malang mulai bangkit dari pandemi Covid-19. Di tahun 2023 pelaku UMKM kota Malang itu memproduksi 4000 Pcs setiap bulannya.

“Sekarang kami kirim ke 50 toko oleh-pleh atau tempat wisata ke Bali,” jelasnya. (bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com