Banyuwangi, blok-a.com – Perum Perhutani Banyuwangi Raya bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar kegiatan sedekah oksigen dan mitigasi bencana dengan membagikan ribuan bibit pohon keras berbuah seperti alpukat, nangka, durian, serta manting atau daun salam, pada Senin (5/1/2026).
Acara ini dihadiri oleh Administratur KPH Banyuwangi Raya, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono, serta perwakilan dari Polresta Banyuwangi, Kodim 0825 Banyuwangi, dan Lanal Banyuwangi.
Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Raya, Mukhlisin, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan selain bagian dari aksi sedekah oksigen, sekaligus upaya melibatkan masyarakat secara aktif dalam menjaga lingkungan.
“Ini sinergi dengan program Sedekah Oksigen yang sudah dilaksanakan Pemkab Banyuwangi sejak 2016. Menjadi aksi nyata bersama dalam menjaga lingkungan melalui penghijauan,” ungkapnya.
Mukhlisin menjelaskan, selain membagikan bibit kepada warga untuk ditanam secara mandiri, Perhutani juga secara rutin melakukan penghijauan di kawasan hutan.
“Setiap kegiatan penebangan selalu diikuti regenerasi. Pada 2025 saja, di KPH Banyuwangi Raya sudah ditanam sekitar 500 ribu tanaman kehutanan dan tanaman buah berkayu,” lanjut dia.
Sementara itu Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono yang juga hadir pada gelaran tersebut mengapresiasi Perhutani yang mendukung gerakan Sedekah Oksigen.
“Terima kasih kepada Perhutani yang terus mengawal dan menggalakkan gerakan sedekah oksigen. Semoga aksi ini berdampak pada lingkungan yang semakin sehat, ekonomi rakyat, serta ketahanan ekosistem yang kuat,” ujar Mujiono.
Menurutnya, gerakan Sedekah Oksigen mulai dilakukan secara masif sejak 2016, untuk menumbuhkan budaya menanam pohon secara berkelanjutan. Sejak itu, jutaan pohon telah ditanam di berbagai wilayah Banyuwangi.
Hingga kini, Pemkab Banyuwangi terus memasifkan gerakan tersebut melalui berbagai kebijakan. Salah satunya, mewajibkan ASN yang naik pangkat menyumbang satu bibit pohon.
Selain itu, lanjut Mujiono, beberapa waktu lalu, sebanyak 4.888 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu yang baru diangkat, mereka juga mendonasikan satu bibit pohon berkayu sebagai bentuk rasa syukur atas pengangkatan sebagai ASN. (Kur).










Balas