Pemkab Banyuwangi Optimalkan Infrastruktur Pengairan untuk Kejar Target Swasembada Pangan

Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono.(blok-a.com/Kuryanto)
Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono.(blok-a.com/Kuryanto)

Banyuwangi, blok-a.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi terus mengoptimalkan infrastruktur pengairan dengan melakukan revitalisasi embung dan normalisasi dam.

Langkah ini diambil untuk mendukung target swasembada pangan nasional, khususnya pada sektor tanaman padi.

Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, menjelaskan bahwa pemerintah pusat menargetkan Luas Tambah Tanam (LTT) padi di Banyuwangi mencapai 151.048 hektare.

Namun hingga 2024, capaian LTT baru berada di angka 119.651 hektare.

Artinya, dalam waktu singkat Banyuwangi harus menambah sekitar 31.397 hektare luas tanam agar dapat memenuhi target tersebut.

“Tantangan ini tidak ringan, terutama karena luas baku sawah yang tersedia hanya 62.941 hektare. Kalau dilakukan dua kali musim tanam setahun, potensi maksimal LTT hanya 125.882 hektare,” jelas Mujiono, Selasa (22/04/2025).

Ia menambahkan bahwa untuk mencapai target tersebut, diperlukan berbagai upaya intensifikasi dan optimalisasi pengairan.

Hingga Maret 2025, capaian LTT di Banyuwangi baru menyentuh angka sekitar 37 ribu hektare, atau sekitar 24 persen dari target nasional.

“Artinya, dibutuhkan kerja keras dan kolaborasi lintas sektor untuk mengejar kekurangan ini dalam waktu yang relatif singkat,” lanjutnya.

Salah satu strategi yang digencarkan adalah intensifikasi lahan, dengan mengubah pola tanam dari padi–palawija–palawija menjadi padi–padi–palawija.

Dengan demikian, lahan sawah bisa menghasilkan lebih banyak panen padi setiap tahun.

“Ini pekerjaan rumah besar kita bersama. Distribusi air menjadi kunci supaya petani bisa tetap menanam padi secara kontinyu, bahkan di musim kemarau. Karena itu, optimalisasi embung dan dam menjadi langkah penting yang segera dilakukan,” tegas Mujiono.

Untuk jangka panjang, Pemkab Banyuwangi akan memfokuskan revitalisasi pada tiga embung utama, yakni Embung Singolatri di Kecamatan Kalibaru, serta Embung Bedewang dan Embung Lider di Kecamatan Songgon.

Ketiga embung tersebut akan diintegrasikan dengan jaringan dam yang sudah ada untuk membentuk sistem pengairan pertanian yang lebih terhubung dan efisien.

“Seluruhnya akan dioptimalkan untuk mendukung irigasi pertanian,” ujarnya.

Sementara untuk jangka pendek, langkah cepat dilakukan melalui normalisasi dan pengerukan dam yang mengalami sedimentasi tinggi.

Saat ini terdapat empat dam utama yang mengalami pendangkalan dan membutuhkan penanganan segera.

“Dengan normalisasi tersebut, daya tampung air diharapkan meningkat. Distribusi air ke sawah bisa lebih lancar dan merata, sehingga petani tetap bisa berproduksi dan target swasembada pangan bisa tercapai,” pungkasnya.(kur/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com