Cegah Bencana, Pemkot Malang Pasang 6 EWS Ini Lokasinya

Kota Malang, blok-A.com – Memasukin musim penghujan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang melakukan mitigasi bencana, Jumat (30/09/22).

Sesuai dengan data BMKG Kota Malang, musim penghujan diprediksi mulai dari dasarian kedua pada bulan September. Sedangkan di Kota Malang merupakan daerah dengan curah hujan tinggi, dan masih sering terjadi banjir.

Seperti yang terjadi tahun lalu, tepatnya tahun 2021, sebagian daerah kota Malang mengalami banjir bandang yang disebabkan banjir kiriman yang datang dari Kota Batu.

Tidak hanya itu, kota Malang merupakan daerah dengan minim tempat resapan air hujan, serta masyarakat yang masih kurang juga menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir di Kota Malang.

Berangkat dari permasalahan tersebut, BPBD Kota Malang sudah melakukan persiapan terjadinya bencana. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsagaan BPBD Kota Malang, Heru Prijantono.

Pihaknya mengatakan persiapan terjadinya bencana yang dilakukan BPBD antara lain, menyiapkan sebanyak 51 kelurahan tangguh yang tersebar di kota Malang dengan konsep SDSB Sambang Dulur Sinau Bareng.

“Kami setiap bulan bertemu dengan mereka, saling mengisi kekurangan dan kelebihan masing masing wilayah,” papar Heru saat ditemui blok-A.com.

Dengan membentuk Kelurahan Tangguh serta rutin melaksanakan rembuk terkait antisipasi bencana di kota Malang, Heru mengatakan masyarakat yang daerahnya berpotensi terjadi banjir sudah bersiap siaga menyambut musim hujan tiba.

Tidak hanya itu, BPBD juga sudah mempersiapkan peralatan – peralatan efakuasi serta relawan untuk membantu saat datangnya bencana terjadi di kota Malang.

“Kami sudah menyiapkan dengan teman teman relawan, peralatan peralatan efakuasi, lalu ada mesin mesin penyedot juga sudah siap semua,” jelasnya.

Kota Malang memiliki enam Early Warning System (EWS) banjir yang tersebar di beberapa titik, yakni wilayah Bareng, Pisang Candi, Blimbing, Candi Panggung, dan Sawojajar.

“Kami memiliki enam titik pemantauan EWS banjir, ini kami lakukan pemantuan yang kami pusatkan di wilayah wilayah yang setiap tahunnya langganan banjir,” tuturnya.

Heru menjelaskan, EWS tersebut dikendalikan oleh pusdalop. Sedangkan saat disinggung terkait tambahan pengadaan alat EWS, Heru mengatakan belum melalukan pengadaan kembali.

“Belum ada anggaran, namun jika dikasih nanti akan kita pasang di titik titik yang berpotensi banjir,” pungkasnya. (ptu/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com