Hampir Makan Korban, Paving Koridor Kayoetangan Heritage Zona Tiga Ternyata Pernah Menyimpang Anggaran Pengerjaanya

Mobil berjalan melewati paving bergelombang koridor Kayoetangan Heritage zona tiga, Senin (18/07/2022) (blok-A.com/Putu Ayu)

Kota Malang, blok-A.com – Keindahan kawasan koridor Kayoetangan Heritage seolah tidak diiringi dengan kenyamanan pengendara.

Hal itu terjadi di zona tiga koridor Kayoetangan Heritage. Paving dari batu andesit di sekitaran monumen Chairil Anwar rusak. Bahkan membahayakan pengendara.

Hal ini pun membuat Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Wanedi buka suara.

Dia mengatakan, pengerjaan batu andesit di sana pernah jadi sorotan Aparat Penegak Hukum (APH).

“Jadi kalau yang disitu emang beberapa kali menjadi sorotan bahkan juga perhatian dari APH. Sudah ada temuan,” kata dia, Selasa (19/07/2022).

Dari data yang dihimpun media online ini, pada waktu 2020 lalu proyek pembangunan koridor Kayoetangan Heritage ini anggarannya sempat diduga menyimpang.

Kejaksaan Negeri Kota Malang sempat menyelidiki kasus dugaan tersebut. Dalam pemeriksaan tersebut ditemukan adanya selisih spesifikasi pengerjaan. Perbedaan tersebut selisih sekitar Rp 289 juta.

Namun, kasus dugaan tersebut berakhir. Sebab, penyedia atau rekanan mengembalikan uang selisih saat penyelidikan.

Sorotan APH di atas itu diamini oleh Wanedi.

“APH informasinya ada remuan sudah dikembalikan ke rekanan. Hanya sebatas itu. Bukan domain kita untuk lebih lanjutnya. Itu informasi yang kami punya,” kata dia.

https://www.instagram.com/reel/CgJLwO5PCi_/

Apakah Ada Kaitannya Kerusakan Paving dengan Temuan APH 2020 Lalu

Wanedi pun bertanya-tanya, kerusakan paving itu apakah memang dikarenakan spesifikasi batu yang tidak layak, atau pengerjaan yang tidak benar

“Kan bisa spesifikasi pengerjaannya tidak sesuai kualitas atau ada kekeliruan dalam pengerjaan itu bisa saja,” kata dia.

Wanedi pun mengungkapkan kemungkinan juga paving itu rusak karena kendaraan yang lewat di sekitar koridor zona 3 Kayoetangan itu tidak sesuai kelasnya.

“Atau volume kendaraan yang melewati dari situ tidak sesuai kelas kendaraanya,” ujarnya.

Untuk informasi, paving yang mempercantik monumen Chairil Anwar itu sudah dibangun sekitar tahun 2020 lalu atau masih dua tahun lalu.

Wanedi pun mengungkapkan jika memang penyebabnya adalah karena kelas kendaraan yang lewat tidak sesuai, seharusnya Dishub Kota Malang melakukan penertiban.

“Solusinya ya ada Dishub. Ya sebenarnya masing-masing jalan ada kelas jalan. Ada aturan di situ. Harusnya ditindak saja kalau ada kendaraan yang tidak sesuai untuk melwati jalan itu. Itu kan ya merusak,” ujarnya.

Diperbaiki Lagi, Dewan Akan Lebih Pelototi

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) berjanji akan memperbaiki kerusakan paving itu.

Dia menjelaskan, akan memasang batu andesit lagi setelah pengerjaan pelebaran jalan.

“Oh kalau yang situ sudah masuk dalam paket Kayoetangan zona tiga,” ujarnya.

Wanedi pun mengiyakan perbaikan itu. Dia berjanji akan lebih melototi perbaikan paving itu.

“Harus benar pemasangannya, proses pengerjaannya seperti apa. Kami akan kawal. Tidak boleh ada masalah baru,” kata dia.

Dia juga mengatakan, dalam proses perbaikan nanti batu andesit yang rusak dan bergelombang akan dihitung.

“Dan yang gak rusak itu tetap di sana. Yang rusak itu dihitung dan akan diganti dengan yang baru. Itu akan kami pantau juga,” ujarnya.

Dalam pengerjaan nanti, Wanedi berharap tidak ada kemacetan luar biasa. Sebab pengerjaan pemasangan batu andesit di zona tiga koridor Kayoetangan ini cukup membuat macet. Hal itu berkaca pada pengerjaan dua tahun lalu.

“Proses pengerjaan zona tiga itu tidak seperti satu agau dua. Pasti menimbulkan kemacetan luar biasa. Tetap mungkin terganggu tapi tidak macet seperti dulu. Kamk akan pantau sistem manajemen pelaksanaan mereka,” tutupnya. (mg1/mg2/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Redaktur pelaksana sekaligus Jurnalis blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu sosial, politik, dan peristiwa terkini di Malang Raya.