Kota Malang, Blok-A.com – Setelah menggelar rapat paripurna, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika menegaskan bahwa permasalahan masih berkutat di kursi jabatan yang kosong. Selasa (12/07/2022).
Setelah memberikan penilaian laporan pertanggung jawaban 2021, Made menjelaskan proses dari permasalahan tersebut.
“Disini kita liat beberapa KJA yang dimasukan, tapi tetap kami ingin wali untuk segera mengisi jabatan yang kosong. Karena saat pembahasan anggaran, sudah bisa berdiskusi dengan pejabat pejabat yang defenitif. Yang sudah punya kewenangan penuh terhadap OPD”, ujar Made.
“Segera isi jabatan yang kosong, terutama di tingkat kelurahan, masa bendahara ada yang kosong, ini sangat vital” tambahnya.
Made menuturkan saat ini akan melakukan kajian bimbingan dan teknis kepada sejumlah akademisi dari UB dan UM, yang akan dilaksanakan selama dua hari.
“Akan ada kajian bimbingan teknis terlebih dahulu, dari sejumlah akademisi UB dan UM selama 2 hari, dilanjutkan bahasan internal dengan 45 dewan, terakhir kita berikan ke badan anggaran,” tuturnya.
Ia menuturkan bahwa APBD 2023 merupakan draft final untuk pasangan Sutiaji dan Sofyan Edi, agar lebih dimaksimalkan.
“APBD 2023 ini final dari Sutiaji dan Bung Edi untuk periode terakhirnya. Jadi kami ingin menekankan pencapaian akhir RPJMD beliau, sebagai bentuk pertanggung jawabannya,” ucap Made.
Saat ini sudah ada 9 OPD yang kosong, belum termasuk dari ketua bidang dan lain lain. Made berharap hal ini bisa diselesaikan sebelum pembahasan RAPBD.
“Ada 9 OPD yang kosong, belum termasuk Kabid-Kabid. Jadi internal penuhi dulu, supaya kuat SDMnya. Saya harap sebelum RAPBD, perkiraan sebelum september harus sudah selesai. Apalagi LH per 1 agustus sudah kosong,” ujar Made.
“Jika ada permasalahan, mohon laporkan ke dewan, kami siap bantu,” tutup Made.(mg1/bob)










Balas
Lihat komentar