Kota Malang, Blok-a.com – Geliat bisnis kamar disewakan untuk Staycation harian yang murah di Kota Malang kerap ditemui di sosial media.
Salah satunya adalah unit kamar untuk Staycation yang disediakan oleh seorang makelar kamar di Kota Malang, Bambang, nama disamarkan.
Untuk tarif per jam, Bambang biasanya melepas kamar dengan tarif bervariasi. Mulai harga 100 ribu per 3 jam, 140 ribu per 4 jam, dan 180 ribu per 8 jam.
Sementara untuk harian mulai dari Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu saja. Sementara untuk satu minggu bisa dibanderol dengan harga Rp 700 ribu hingga 1 juta saja.
Itu untuk fasilitas kamar mandi dalam, AC, springbed. Untuk tipe apartemen seringkali mendapatkan fasilitas tambahan berupa kolam renang dan gym. Sementara untuk kamar inap biasa hanya mendapatkan kamar mandi dalam, AC, springbed, TV LED dan WiFi.
Per kamar, baik agen, makelar, dan pemilik unit memiliki keuntungan yang berbeda-beda. Cara kerjanya bak tangan panjang. Sang pemilik akan menyerahkan unit kamar kepada agen untuk dikelola. Kemudian, agen akan mencari orang sebagai makelar.
“Jadi orang yang punya ini beli sekian ratus juta. Atau kadang juga rumah kos dia sendiri. Kemudian, sama mereka disewakan per bulan. Lha itu dimodali, diduitin sama agen. Jadi untungnya agen itu besar. Itu sudah nggak perlu bayar kita para makelar, karena kita ya sudah dapat sendiri,” beber Bambang.
Rata-rata, tiap bulan per kamar akan disewa oleh agen sebanyak Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta. Dalam satu tahun, para pemilik unit kamar bisa mendapatkan pendapatan pasif sebesar Rp. 30 juta hingga Rp. 36 juta. Sementara agen bisa mengembalikan modal hanya dalam waktu satu hingga dua minggu saja. Sisanya, keuntungan akan bersih diterima agen.
“Kurang tahu kalau keuntungan agen. Mereka kelola dan siapa orangnya saya tidak tahu. Tapi kalau saya per orang bisa ambil Rp 50 ribu. Jadi kalau sehari 5 orang ya Rp 250 ribu. Kalau 10 kamar laku semua ya Rp 500 ribu,” kata dia. (wdy/bob)









