KOTA BATU – Realisasi sensus penduduk online di Kota Batu mencapai 90 persen dari target. Dari target 70 ribu penduduk, yang berpartisipasi sekitar 67 ribu warga Kota Batu.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu Parjan mengatakan, capaian ini dirasa sudah baik. Lantaran di setiap tahunnya Kota Batu mengalami penambahan populasi penduduk.
“Seperti tahun 2019 lalu populasi penduduk di Kota Batu mencapai 207.490 jiwa. Sedangkan di tahun 2020 populasi ya sekitar 438.126 jiwa,” jelasnya, Kamis (3/9).
Selanjutnya pada bulan September ini, BPS akan melanjutkan sensus penduduk secara konvensional atau door to door. Dimulai dari tanggal 1-15 September dengan menerjunkan petugas sebanyak 163 mulai dari petugas lapangan, koordinator dan taspos.
“Kalau taspos ini petugas yang khusus untuk mensensus ke daerah yang memerlukan izin seperti pondok pesantren atau markas TNI maupun kepolisian,” katanya.
Nantinya sensus penduduk konvensional harus selesai 100 persen selama 15 hari. Setiap petugas lapang juga akan mendatangi 7 sampai 8 RT.
“Petugas ini sebelum terjun ke lapangan juga telah kami bekali pelatihan tentang konsep definisi penduduk dan metode pendataan. Petugas yang melakukan pendataan juga telah menjalani rapid test sebelum bertugas,” imbuhnya.
Parjan juga mengungkapkan bahwa dia sudah berkoordinasi dengan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko beberapa hari lalu. Dalam pertemuan tersebut, pihaknya meminta bantuan dari kepala daerah untuk membuatkan surat pemberitahuan kepada tingkat Kecamatan hingga RT/ RW terkait akan adanya kegiatan ini.
“Ya supaya mempermudah akses kami, jadi ketika ada pemberitahuan lebih awal dari Pemkot Batu, masyarakat bisa pro aktif. Masyarakat juga dapat membuka diri saat ada petugas yang datang untuk mensensus,” pungkasnya.









Balas