Stok Tak Aman, PMI Kota Malang Bikin Gerakan 1000 Kantong Darah

Donor Darah
Donor Darah - Foto : Pungky Ansiska

KOTA MALANG – Berbagai upaya terus dilakukan untuk menstabilkan stok darah menjelang akhir tahun 2020. Pasalnya saat ini stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Malang mulai menipis. Salah satu caranya yakni dengan menggelar gerakan 1000 kantong darah selama tiga hari di PMI Kota Malang.

“Gerakan 1000 kantong darah ini digelar lantaran selama pandemi ini kami melihat stok darah di PMI sangat kurang. Sehingga dengan adanya gerakan ini setidaknya dapat membantu PMI untuk menjaga stoknya,” kata Sekretaris Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) Malang, Puryadi, Jumat (11/12).

Pihaknya juga turut mendorong masyarakat agar bersedia melakukan donor darah. Karena kebutuhan darah sendiri dalam sehari bisa mencapai 200 kantong. Namun yang masuk ke PMI masih kurang dari itu.

“Sekarang kebutuhan darahnya saja bisa mencapai 200 per hari tapi yang masuk kurang dari itu. Melalui gerakan ini kami berharap agar masyarakat bisa turut membantu dengan mendonorkan darahnya,” imbuhnya.

Hingga pukul 11.00 WIB, menurut Puryadi telah ada sekitar 48 pendonor yang telah melakukan donor darah di PMI Kota Malang. Nantinya kegiatan ini akan dilakukan selama tiga hari sejak Jumat hingga Minggu.

“Kami juga mengantisipasi libur panjang yang sebentar lagi, sehingga kami gelar mulai hari ini untuk mengantisipasi kekosongan stok selama libur Natal dan Tahun Baru,” jelasnya.

Sementara Kasi Pengelola Donor PMI Kota Malang, Agus tri Prasetyo mengungkapkan, untuk jumlah darah hanya tersisa 578 kantong. Bahkan stok ini hanya bisa bertahan untuk satu hari saja.

“Dengan adanya bantuan dari teman-teman PDDI Malang setidaknya bisa mendapatkan kurang lebih 150 sampai 300 kantong darah. Hal ini akan sangat membantu untuk ketersediaan stok darah di hari berikutnya,” terangnya.

Pihaknya juga berharap banyak dengan gerakan 1000 kantong darah ini, sehingga dapat memenuhi kebutuhan stok darah untuk PMI. Terlebih di tengah pandemi ini masih banyak masyarakat yang enggan melakukan donor darah. Apalagi beberapa ruas jalan di Kota Malang sedang dalam tahap pembangunan.

“Sebenarnya sudah sempat mulai naik pendonornya, namun karena adanya pembangunan di sejumlah jalan akhirnya banyak masyarakat yang memilih menunda untuk donor darah. Apalagi cuaca hujan juga berpengaruh, karena banyak masyarakat yang memilih datang saat siang hari,” kata Agus.

Agus pun menambahkan, pihaknya telah melakukan beberapa upaya salah satunya dengan menggunakan aplikasi WhatsApp untuk meminta partisipan dari instansi untuk melakukan donor darah.

Sementara itu, salah satu pendonor, Roos Pandanwangi mengungkapkan, sudah kali ke 20 melakukan donor darah. Bahkan dis aat pandemi pun tidak menghalanginya untuk donor darah.

“Bagi saya pribadi sedekah itu tidak hanya dalam bentuk materi uang namun juga darah. Sehingga saya selalu rutin melakukan donor darah. Apalagi ini tadi bertepatan dengan gerakan 1000 kantong darah. Semoga darah saya ini bisa bermanfaat untuk banyak orang,” pungkasnya.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Redaktur pelaksana sekaligus Jurnalis blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu sosial, politik, dan peristiwa terkini di Malang Raya.