Revitalisasi Pasar Batu Bak Mall Diproyeksikan Berlangsung 2 Tahun, Pedagang Cemas

Pemkot Batu saat sosialisasi DED Pasar Batu
Pemkot Batu saat sosialisasi DED Pasar Batu - Foto: ist

KOTA BATU- Jelang revitalisasi, Pemerintah Kota Batu menggelar Sosialisasi Perencanaan Detail Engineering Design (DED) Pembangunan Pasar Batu di gedung Pancasila Balai Kota Among Tani, Senin (14/9). Dalam Sosiaslisasi DED tersebut Pemkot mengundang perwakilan pedagang agar tidak terjadi miss komunikasi.

Tidak hanya perwakilan pedagang, Pemkot juga mengundang konsultan pembangunan, pelaksanaan proyek, anggota DPRD hingga Forkompinda. Kegiatan pun mengalir bebas, bahkan perwakilan pedagang dan anggota dewan bisa memberikan masukan terkait DED pasar.

Sekretaris Dinas Kawasan Perumahan dan Pertanahan Kota Batu, Bangun Yulianto dan Konsultan dari PT Sarana Bukti Prakar Saripta Semarang Kuspiadi saat memapaparkan DED mengatakan bahwa Pasar Kota Batu akan dibangun dengan konsep pasar green building yakni pasar yang ramah lingkungan.

“Dengan luas 15 hektar pasar ini akan dibangun menjadi tiga lantai dan ruang terbuka hijau sebesar 30 hingga 40 persen. Pasar juga dibangun dengan konsep lestari, ruang sirkulasi yang cukup dan hemat energi,” jelas Bangun.

Selain itu pembangunan pasar ini akan disamakan dengan bangunan mall atau bahkan mirip dengan bangunan hotel. “Tata kelola tetap pasar tradisional hanya saja bangunannya kita buat lebih modern seperti hotel dengan tiga lantai. Nah lantai yang paling atas untuk pedagang makanan,” ujar Kuspiadi.

Sedangkan untuk lantai dasar nantinya akan digunakan pasar rombengan, kios bunga, dan pecah belah. Untuk lantai dua dipergunakan toko kain, bank, emas dan pakaian. Lantai tiga menjadi parkir, pusat oleh-oleh dan food count.

Selama pemaparan tersebut, pedagang juga diberikan kesempatan untuk memberikan masukan, salah satunya Faiz yang mengaku gambar yang disajikan bagus. Namun pihaknya menyayangkan jika pasar besar akan dibangun dalam kurun waktu yang lama (2 tahun) maka bisa berakibat pedagang gulung tikar.

“Ayolah ke pasar tanya langsung ke pedagang setuju tidak dengan pembangunan seperti ini. Model pasar dibuat kayak gini, belum lagi lamanya pembangunan. Kan sekarang yang diundang tidak semua pedagang hanya Perwakilan,” ujar Fais.

Fais juga meminta agar Pemkot Batu bisa segera mensosialisasikan DED ini ke semua pedagang. Lantaran dikhawatirkan ada pedagang yang keberatan. “Ya biar sama-sama enak makanya komunikasinya langsung ke pedagang. Biar tidak ada miss komunikasi lagi,” pungkasnya.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com