KABUPATEN MALANG – Target pendapatan asli dari pajak reklame Kabupaten Malang tahun 2020 sudah mencapai 95 persen. Ketika pendapatan di bidang lain turun karena pandemi. Pajak reklame tetap konsisten hingga kini.
“Jadi kan tahun 2020 tergetnya Rp 3,3 miliar. Dan sampai bulan Oktober kemarin sudah terealisasi sudah 95 persen atau sekitar Rp 3.136.893.278,” kata Plt. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara ke Blok-A Jumat (23/10).
Made menjelaskan pencapaian target tersebut bisa terealisasi karena tertolong justru oleh adanya pandemi Covid-19 sendiri.
“Karena kan memang awalnya event dan perusahaan jadi surut iklan. Tapi ternyata bisa muncul lagi karena banyak reklame terkait sosialisasi Covid-19. Dan itu sangat membantu sekali,” kata ia.
Selain karena reklame sosialisasi Covid-19, Made mengaku gelaran Pilbup Malang 2020 adalah alasan lain target realisasi pendapatan dari reklame bisa tercapai.
“Apalagi sekarang ada Pilbup kan. Banner dan baliho itu juga mendongkrak pendapatan reklame. Jadi saat ini pendapatan reklame masih aman,” tutupnya.
Sebagai informasi, dibanding tahun 2019 lalu target pendapatan pajak daerah dari reklame sebenarnya lebih tinggi.
Pada tahun 2019 pajak reklame ditargetkan sekitar Rp 3,9 miliar dan sudah memenuhi target. Sementara di tahun 2020 awalnya Rp 4 miliar.
Namun karena pandemi Covid-19 diturunkan menjadi Rp 3,3 miliar pada bulan April lalu.










Balas
Lihat komentar