Profil KH Ahmad Fahrur Rozi, Ulama Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur Bululawang

KH. Ahmad Fahrur Rozi, (Gus Fahrur), Ulama NU pengasuh Pondok Pesantren An-Nur 1 Bululawang, Kabupaten Malang (foto: Antara)
KH. Ahmad Fahrur Rozi, (Gus Fahrur), Ulama NU pengasuh Pondok Pesantren An-Nur 1 Bululawang, Kabupaten Malang (foto: Antara)

Malang, Blok-a.com – Ahmad Fahrur Rozi, atau akrab disapa Gus Fahrur, kini berada di pusaran kontroversi. Ulama Nahdlatul Ulama (NU) yang memimpin Pondok Pesantren An-Nur 1 Bululawang, Kabupaten Malang. Ia mendapat sorotan publik setelah namanya tercatat sebagai komisaris PT Gag Nikel, perusahaan tambang yang beroperasi di Pulau Gag, Raja Ampat, Papua Barat Daya.

Keterlibatan sang kiai dalam bisnis pertambangan memicu perdebatan. Terutama setelah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menemukan indikasi pelanggaran lingkungan di lokasi tambang.

Latar Belakang Gus Fahrur

Gus Fahrur lahir di Bululawang, Malang, pada 30 November 1971. Ia tumbuh dalam tradisi pesantren yang kental, mengikuti jejak kakeknya, KH Anwar Nur, dan ayahnya, KH Burhanuddin Hamid. Keduanya sama-sama memimpin Pondok Pesantren An-Nur.

Perjalanan pendidikannya dimulai di pesantren keluarga, kemudian berlanjut ke Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri. Seperti diketahui, Ponpes Lirboyo adalah salah satu pusat pendidikan Islam tradisional terkemuka di Jawa Timur. Di sini, bakat kepemimpinan Gus Fahrur mulai terlihat ketika aktif di Lembaga Bahtsul Masail pada 1992-1994, sebuah forum diskusi hukum Islam.

Kepiawaiannya dalam bidang keagamaan semakin terasah ketika menjadi Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail PCNU Kabupaten Malang pada 1995-1998, posisi yang menunjukkan pengakuan terhadap kemampuannya sebagai ulama muda.

Sebagai pengasuh Pondok Pesantren An-Nur 1 Bululawang, Gus Fahrur memimpin salah satu lembaga pendidikan Islam terkemuka di Malang yang memadukan pengajaran agama dengan pembinaan karakter santri.

Jejak rekamnya di berbagai organisasi keagamaan cukup mengesankan. Saat ini, ia menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2022-2027. Jabatan ini menangani bidang keagamaan di bawah kepemimpinan KH Yahya Cholil Staquf.

Posisi strategis lainnya, meliputi Ketua Ikatan Gus-Gus Indonesia (IGGI), organisasi yang menghimpun para ulama muda NU. Serta menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa. Di mana ia berperan dalam merumuskan panduan keagamaan nasional.

Pengalaman organisasinya juga mencakup Wakil Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah NU (RMI NU) pada 1999-2010, berkontribusi dalam pengembangan jaringan pesantren di Indonesia.

Kontroversi Keterlibatan di Tambang Nikel Raja Ampat

Nama Gus Fahrur mencuat ke permukaan setelah tercatat sebagai komisaris PT Gag Nikel, anak perusahaan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. Perusahaan ini mengelola konsesi tambang nikel di Pulau Gag, Raja Ampat, dengan izin yang telah dimiliki sejak 1998 dan diperbarui pada 2017.

Keterlibatannya menjadi sorotan setelah KLHK pada Juni 2025 menemukan indikasi pelanggaran lingkungan di lokasi operasional perusahaan. KLHK menyebutkan bahwa PT Gag Nikel melakukan penambangan di pulau kecil yang bertentangan dengan UU No. 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Serta terdapat indikasi pencemaran laut akibat bocornya kolam limbah dan deforestasi masif. Isu ini semakin menguat karena lokasi tambang berada di kawasan Raja Ampat yang dikenal sebagai surga bawah laut Indonesia.

Menanggapi temuan KLHK, PT Gag Nikel memutuskan menghentikan kegiatan penambangan sementara per 5 Juni 2025 sambil menunggu hasil verifikasi. Gus Fahrur menegaskan bahwa perusahaan beroperasi sesuai dengan izin resmi dan mematuhi seluruh regulasi lingkungan yang berlaku. Ia juga membantah tuduhan bahwa lokasi tambang berada di kawasan wisata Piaynemo, dengan menyebut jarak sebenarnya sekitar 40 kilometer dari destinasi wisata tersebut.

Di luar kontroversi tersebut, Gus Fahrur dikenal sebagai sosok karismatik yang dekat dengan jemaahnya. Gus Fahrur memiliki dua istri dan tujuh anak. Ia dikenal sebagai sosok karismatik yang dekat dengan jemaah, dengan ceramahnya yang sering viral karena penyampaiannya yang sederhana dan mudah dipahami.

Gus Fahrur adalah sosok ulama yang mampu menyeimbangkan peran sebagai pengasuh pesantren, pemimpin organisasi keagamaan, dan komisaris perusahaan tambang. Walaupun keterlibatannya di PT Gag Nikel menimbulkan pro-kontra, kontribusinya dalam bidang pendidikan dan agama tidak diragukan lagi. (mg3/gni)

Penulis: Kun Lang Ragil (mahasiswa magang STIMATA)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com