Pelaku Mutilasi di Sawojajar Kota Malang Belajar Ilmu Pelet Sejak 2003 di Banten, Pasien Sudah 75 Orang

Pelaku Mutilasi di Sawojajar Kota Malang, Abdurahman mengenakan kaos tahanan berwarna oranye di Mapolresta Malang Kota (blok-a/Agus)

Kota Malang, blok-a.com – Pelaku mutilasi di Sawojajar Kota Malang mengaku mempelajari ilmu guna-guna atau pelet sejak tahun 2003. Dia mengaku belajar ilmu pelet ini tidak di Kota Malang, melainkan Banten.

Hal itu dia ungkapkan saat rilis di Mapolresta Malang Kota pada Kamis (11/1/2024).

“Sejak 2003,” kata dia singkat saat ditanya oleh Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Danang Yudanto.

Dia mengaku sejak tahun tersebut, sudah banyak pasien yang memesan jasanya untuk ilmu guna-guna atau pelet tersebut. Ilmu guna-gunanya ini bisa berguna untuk membuat orang yang disukai pasiennya bisa tergila-gila oleh pasiennya.

Setidaknya dia mengaku sudah ada 75 orang yang menggunakan jasa ilmu guna-gunanya itu.

“Kurang lebih sudah 75,” singkatnya lagi.

Sementara itu, untuk mempraktik ilmu guna-gunanya sejak lima tahun terakhir, Abdurahman menggunakan kamar kos di Sawojajar Kota Malang. Dia menjelaskan, cara untuk mempraktikkan ilmu guna-gunanya ini dia menggunakan kartu.

“Pakai kartu,” kata dia.

Untuk tarif jasa ilmu guna-gunanya sendiri, dia belum menjawab. Namun dari keterangan Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Danang Yudanto tarif jasa ilmu guna-guna atau pelet dari Abdurahman ini sekitar Rp 300 ribu.

Tarif tersebut dipatok saat Abdurahman mempunyai pasien sekaligus korban mutilasi berinisial AP, pemuda asal Surabaya.

“Korban memberikan uang di awal ketika bertemu Rp 300 ribu, uangnya sudah digunakan sehari-hari,” kata dia.

Sementara itu, Abdurahman sendiri kini berhenti mempraktikkan ilmu guna-gunanya. Dia tertangkap oleh polisi karena menjadi pelaku mutilasi.

Mutilasi itu terjadi pada 15 Oktober 2023 dan baru terungkap pada awal Januari 2024 hari dimana Abdurahman tertangkap.

Korban mutilasinya sendiri adalah pemuda asal Surabaya berinisial AP yang sekaligus adalah pasien ilmu peletnya.

AP awalnya dibunuh karena Abdurahman merasa jengkel. Kejengkelan Abdurahman ini karena AP protes dan menilai bahwa ilmu peletnya tidak manjur untuk membuat seorang yang AP suka, suka balik ke AP.

Akhirnya pada 15 Oktober 2023 di kos Sawojajar Kota Malang terjadi baku hantam antara Abdurahman dan AP. AP dari hasil pemeriksaan polisi, memukul Abdurahman terlebih dulu. Abdurahman pun membalas dengan memukul AP hingga berdarah di hidung.

Tak sampai situ saja, Abdurahman langsung mengambil celurit di wastafel untuk membunuh AP. AP pun meninggal dunia.

Keesokan harinya Abdurahman langsung memutilasi atau memotong jasad AP menjadi beberapa bagian dengan pisau yang baru dibeli di Pasar Besar Malang.

Beberapa bagian tubuh yang bisa teridentifikasi dikubur di pinggir sungai, yakni kepala, telapak kaki, dan tangan AP. Sementara sisanya dibuang di sungai. (ags/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com