Pasar Kebalen, Jadi Pusat Perekonomian Zaman Belanda di Kota Malang Hingga Pernah Dikunjungi Ken Arok

Bangunan lama di Pasar Kebalen (foto : Widya Amalia/Blok-A.com)

 

Kota Malang, Blok-a.com – Pasar Kebalen yang terletak di Kelurahan Kotalama, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, ternyata sudah ada sejak ratusan tahun lalu.

Ada beberapa fakta sejarah yang jarang diketahui orang terkait pasar yang cukup tua di Kota Malang itu. Hal itu disampaikan oleh Sekretaris TACB Kota Malang, Rakai Hino Galeswangi.

“Kalau kita ngomong lintas masa ya temporalnya ya, itu ada beberapa yang mengatakan itu sudah ada sejak masa klasik. Dibuktikan dari mana kitab pararaton yang mengatakan bahwa Ken Arok itu pernah salah satu tempat yang dikunjungi namanya kabalon. Setelah dia ketemu dengan Pendeta Loh Jawi itu dia mengunjungi tempat namanya Kabalon,” beber Rakai, pada (15/1/2024).

Dalam kitab tersebut, memang terjadi kecocokan. Kabalon dinilai dekat apabila dihubungkan sebagai pasar Singosari, perpindahan ke Kuta Raja.

“Kabalon itu dekat dengan dihubungkan lagi pasar Singasari itu ada perpindahan dari Singosari ke Kuta Raja. Nah, Kuta Raja itu kan Kutorejo daerah apa yang sungai Bangao itu berarti cocok dong, sinkron,” beber dosen sejarah UII Dalawa ini.

Namun, analisa tersebut dinilai masih berupa kecocokan semata. Masih belum ada penelitian lebih lanjut. Sementara itu, Pasar Kebalen juga terbukti sudah ada sejak zaman Belanda. Hal itu juga terlihat terdapat bangunan-bangunan bergaya lama di sekitar pasar Kebalen.

Dulunya, Pasar Kebalen juga disebut Pecinan Kecil, pada masa Belanda. Hal itu dilihat dari berkas Undang-Undang Pertanahan Hindia Belanda.

“Saya melihat igeors igeors, itu undang-undang Pertanahan Hindia Belanda lamaInland Geloscap ordonansi sancut. Saya lebih yakin dari situ dan wilayah Kebalen situ adalah kampung pecinan yang dikatakan dengan pecinan kecil. Kalau pecinan besarnya itu pasar besar itu sehingga sampai disitu ada klenteng,” beber Rakai.

Di masa kolonial Belanda, Pasar Kebalen merupakan sektor ekonomi pada masanya. Sekaligus, Kampung Kebalen juga menjadi tempat orang masuk ke Kota Malang di masa Residen Pasuruan. Waktu itu, bahkan Kota Malang masih belum terbentuk. Jalur lalu lintas arus balik seperti pengembalian, distribusi, dan jalur kembali para pedagang juga dilakukan di Pasar Kebalen.

Penduduk Pasar Kebalen juga datang dari banyak etnis. Yakni dari cina, jawa, matraman, dan madura. Kebanyakan merupakan pedagang yang menetap.

Sementara, fungsi klenteng di dekat pasar kebalen memang sudah ada sejak masa kolonial. Hal itu juga didukung dengan berdirinya banyak bangunan lama. Bahkan, terdapat sebuah tower untuk mengawasi ketika jam malam.

“Ya ada klenteng ada kampung disitu sudah ya, memang kampung dan disitu ada rumah lama kan. Terus ada tower cukam itu fungsinya sama Belanda ketika digunakan ada jam malam,” ujar Rakai. (wdy/)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com