MALANG – SMAN 2 Malang menasbihkan diri jadi sekolah tangguh. Sekolah tangguh ini jawaban atas lembaga pendidikan dalam hadapi pandemi masuki tahun ajaran baru 2020/2021. SMA yang berada di Jalan Laksamana Martadinata 84, Sukoharjo, Klojen, Kota Malang itu juga jadi sekolah pilot project hadapi pandemi covid-19.
Berbagai protokol kesehatan diterapkan. Intinya, ada lima poin dalam sekolah tangguh: tangguh pendidikan, tangguh informasi, tangguh kesehatan, tangguh gizi dan tangguh keamanan.

Kerennya, ide sekolah tangguh SMAN 2 Malang ini inisiatif dari siswa. Dengan tambahan dorongan orangtua, yang realisasinya dibantu alumni dan komite sekolah. Jadi segala sarana prasarana yang ada di sekolah dimodifikasi agar sesuai dengan protokol kesehatan.
Sekolah tangguh ini sudah menerapkan physical distancing di berbagai sudut sekolah. Ruang isolasi pun sudah disiapkan. Kantin juga dirubah sedemikian rupa menggunakan akrilik untuk mengurangi transmisi virus.

Pengecekan suhu tubuh juga diwajibkan bagi semua warga sekolah tanpa terkecuali. Ada juga penyemprotan disinfektan di gerbang masuk. Berlaku saat masuk maupun keluar.
“Kita cek suhu menggunakan automatic thermal detector. Tiap warga sekolah juga wajib cuci tangan. Tas siswa pun disemprot pakai disinfektan secara manual,” tukas Agus Setiyono, Waka Kesiswaan sekaligus Ketua Satgas Covid-19 SMAN 2 Malang Kamis (3/9).
Uniknya, tiap alat automatic thermal detector di SMAN 2 Malang ini otomatis. Jadi, jika ada siswa yang ketahuan memiliki suhu badan diatas 37 derajat celcius, maka alarm akan berbunyi.

Ketika alarm bunyi, petugas UKS akan keluar dan mempersilahkan siswa yang bersangkutan masuk ruang isolasi yang ada di ruang UKS. Petugas pun langsung menghubungi orang tua siswa.
Berlanjut ke kelas, per kelas hanya boleh diisi setengah jumlah siswa dari total bangku. “Absen pun berada di kelas. Dilakukan manual oleh guru, siswa di absen secara manual. Sebelum masuk siswa juga harus cuci tangan,” tambah Agus.
Jalur masuk siswa laki-laki dan perempuan pun dibedakan dua jalur. Laki-laki dan perempuan menempati jalurnya masing-masing.

Tahap ini masih tahap pertama. Belum semua siswa boleh masuk. Mereka masuk bergantian.
“Inti utamanya mereka harus tetap membawa surat izin orang tua ketika masuk. Surat izin ini sebagai syarat untuk bisa masuk ke dalam kelas. Intinya orang tua harus menghendaki secara sadar anak mereka masuk,” tandasnya.









Balas