Kabupaten Malang, blok-a.com – Sebagai seorang pendeta, Pendeta Merry Kusuma Wardani SSI (30) disibukkan dengan sejumlah aktivitas perisapan peryaan natal. Mulai dari menyiapkan ornamen natal di gereja hingga berbagi kasih dan bakti sosial, persiapan itu pun telah berjalan sejak satu bulan terakhir.
Menjadi Pendeta GKJW Jemaat Donomulyo, Malang ini Merry mengaku siap dengan segala persiapan yang telah dilakukan secara matang untuk menyambut hari Natal Tahun 2023 ini.
“Kegiatan kami agendanya rutin, menyongsong natal pasti ada kerja bakti bersama terus kemudian ada persiapan-persiapan bersama di gereja, terus berbagi kasih dengan bakti sosial,” ujar Merey kepada Blok-a.com, Senin (25/12/2023).
Persiapan berbagi kasih, Merry baru melakukannya 5 hari terakhir. Membagikan sembako dan makanan ke sesama jemaat, merupakan salah satu aktivitas rutinan setiap tahun.
“Berbagi kasih itu misal kayak memberi sembako ke saudara-saudara kita di sekitar gereja, di panti, warga-warga kita (jemaat) juga. Kegiatannya lima hari sebelum natal, dengan jamaah jadi bareng bareng,” ujarnya.
Selain menyiapkan secara spiritual, seorang pendeta juga harus menjalankan tugas-tugas khususnya. Mulai dari mendampingi umat saat persiapan ibadah hingga menyebarluaskan informasi perayaan maupun megiatan natal di GKJW Jemaah Donomulyo itu sendiri.
“Menyiapkan secara spiritual sih pastinya, sama persiapan perayaan perayaan natal. Seperti menginfokan ke tokoh-tokoh agama lain ke Muspika, jadi kayak semacam memberi informasi. Saya sudah menyiapkan ini sejak bulan Nomveber, satu bulan sebelum pelaksanaan,” bebernya.
Di peryaan malam natal, ya g telah digelar semalam, Merry mengaku telah melaksanakan ibadah syukur bersma dengan ratusan jemaat lainnya di GKJW Jemaat Donolmulyo.
“Ibadah syukur itu dilakukan untuk menyiapkan hati, pikiran dan menyiapkan diri untuk menyambut kelahiran tuhan yesus di tanggal 25 nya,” katanya.
Pendeta muda usia 30 tahun ini mengkau, dalam ibadah syukur ia juga telah menyiapkan perjamuan kasih. Perlu diketahui, perjamuan kasih itu sendiri merupkan makan bersama sebagai bentuk rasa syukur telah kepada Tuhan telah diberikan kesemptan dan umur yang panjang, sehingga bisa merayakan hari natal kembali.
Meskipun tidak ada menu spesial yang tersedia, ia mengaku perjamuan kasih berjalan cukup khidmat dengan merayakan suka cita di malam natal bersama jemaat lain.
“Perjamuan kasih itu makan bersama seperti kendurenan begitu terus merayakan suka cita berasama. Tidak ada menu spesial, seperti babi. Sebab, kalau babi tidak hanya di hari natal, tapi di setiap acara,” jelasnya.
Lebih lanjut, menghias gereja dengan pohon natal juga menjadi kegiatan favorit menurutnya, dengan menghis ornamen natal seperti palungan, domba-domba sehingga hal tersebut dapat menggambarkan dan mengingatkan jemaat kembali atas kelahiran tuhan yesus ke dunia.
Tak lupa juga menyiapkan anggota untuk berlatih menyayi, tari-tarian, kegiatan padat tersebut telah disiapkan jauh-jauh dari sejak bulan Desember awal.
“Kalau natal identik dengan memasang pohon natal, kami itu biasanya masuk dalam masa absen, ada absen 1 sampai 4 sebelum hari kelahiran tuhan yesus,” jelasnya.
Selanjutnya, di hari H perayaan natal, Merry akan melaksanakan ibadah di gereja dan dilajutnya dengan berbagi kasih bersama keluarga.
Tak berhenti di sana, ia juga akan melaksanakan tradisi ajangsana pada 26 hingga 27 Desember nanti. Kegitan tersebut dilakukan bersama jemaat lain, dengan berkunjung ke seluruh rumah jemaat yang lebih tua.
“Setelah dari gereja itu selalu ada kumpul keluarga, lalu ada tradisi ajangsan. Ini akan kita lakukan dua hari, jadi dari pagi sampai sore kita keliling dari rumah jemaat satu ke lainnya bersama sama dengan membaws alat musik tradisional itu kami biasanya berkunjung, bernyanyi dan berdoa di setiap rumah setiap warga jemaat,” pungkasnya. (ptu/bob)









