Mengenal Rumah Khas Malang Dibangun sejak 1870, Nyaman Ditempati

Penampakan rumah khas Malang, yakni Rumah 1870 (blok-a/bob)
Penampakan rumah khas Malang, yakni Rumah 1870 (blok-a/bob)

Kota Malang, blok-a.com – Ternyata orang Malang mempunyai rumah yang khas. Rumah khas Malang tersebut masih ada dan hanya mengalamai perubahan sedikit sejak ratusan tahun lalu.

Rumah itu bernama Rumah 1870 yang berlokasi di kampung Kayutangan Heritage di Jalan Arif Rahman Hakim gang 6 Kelurahan Kaumun Kecamatan Klojen Kota Malang.

Rumah 1870 itu terlihat memang memiliki kesan zaman dulu. Hal ini terlihat dari ventilasi dan tata letak dari pintu dan juga jendela.

Selain itu, bahan bangunannya pun juga khas rumah zaman dulu. Jendela dan pintu serta listplang di depan rumah menggunakan kayu jati khas Betawi.

Sementara bahan bangunan temboknya juga menggunakan batu bata yang besar. Lantainya pun juga sama masih menggunakan ubin tegel berwarna coklat muda.

Pemilik rumah 1870, Taufik Priyo menjelaskan, rumah itu tidak pernah direnovasi sejak tahun 1870.

Hanya ada perubahan sedikit di warna rumah. Pemilik mengaku mengecat bagian depannya saja.

Tak hanya itu, kamar juga dulunya ada satu kamar besar dan ada satu kamar kecil. Kini ada tiga kamar.

Rumah 1870 (blok-a/bob)
Rumah 1870 (blok-a/bob)

“Jadi 90 persen masih sama,” tuturnya dikonfirmasi blok-a.com.

Alasan rumah ini dulunya hanya memiliki dua kamar adalah karena dulunya milik orang Belanda. Orang Belanda tidak memiliki banyak anak.

“Jadi kami pugar kamarnya. Dulu kamarnya besar. Dan sekarang disekat jadi dua,” ujarnya.

Setelah dimiliki orang Belanda, rumah 1870 itu diserahkan Atmo Prata dan lalu diwariskan ke keluarga Nur Hadi dan lalu Nur Wasil.

“Terakhir diwariskan ke bapak saya Nur Wasil hingga sekarang ini,” tuturnya.

Rumah itu terakhir dihuni sejak waktu kecil Taufik bersama empat saudaranya.

Saat ini rumah 1870 itu tidak pernah dihuni. Taufik mengaku sudah tiga kali menyewakan rumah itu ke orang lain.

Sementara keluarga Taufik kini tinggal di luar rumah 1870 itu.

“Rencananya habis ini ya kami sewakan untuk pusat informasi. Saat ini saya dan saudara juga punya rumah di Malang sini,” kata dia.

Selain akan disewakan, rumah itu kini juga jadi jujugan pengunjung Kayutangan Heritage.

Rumah seluas 108 meter persegi itu biasanya dibuat lokasi untuk foto pengunjung.

“Rumah ini dibuat foto kadang sama orang-orang,” tuturnya.

Rumah Khas Warga Malang

Tim Ahli Cagar Budaya Jawa Timur, Ir. Budi Fathony, MTA mengklaim bahwa Rumah 1870 ini adalah rumah khas warga Malang.

Hal ini karena arsitektur Rumah 1870 itu banyak ditemui di sejumlah perkampungan Kota Malang.

Tak hanya itu, konstruksi rumah tersebut juga menggunakan batu bata, dan kayu jati yang menandakan kemampuan ekonomi masyarakat zaman dulun.

“Dan modelnya itu tempo dulu. Karena rumah itu sudah ada di Malang 100 tahun lalu saya menduga dan menilainya rumah itu khas Malang,” tuturnya dikonfirmasi blok-a.com, Jumat (19/5/2023).

Budi melanjutkan, Rumah 1870 itu adalah rumah khas Malang dengan strata menengah.

Rumah Khas Malang jika dilihat dari stratanya terdapat tiga jenis, yakni bawah, menengah dan atas.

Strata itu dibagi berdasarkan perekonomian warga Malang waktu itu.

Rumah 1870 adalah rumah khas Malang dengan strata ekonomi menengah. Pemilik masih dikategorikan perekonmiannya masih mampu.

“Kalau yang di Bumiayu itu ada. Dia strata bawah. Biasanya itu contohnya di lantainya masih menggunakan plesteran abu-abu,” tutupnya. (bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?