Lomba Urban Farming Kota Malang Memasuki Penilaian Tahap Dua

Kota Malang, blok-A.com – Lomba Urban Farming dilaksanakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang bersama dengan Tim penggerak PKK merupakan lanjutan dari Program Walikota Malang.

Dengan adanya program Wali Kota Malang tentang Urban Farming, Diapangtan Kota Malang menindaklanjuti dengan menggelar lomba antar kelurahan di kota Malang. Sebanyak 57 kelurahan yang tersebar di Kita Malang berhak mengikuti lomba tersebut.

Seperti yang dikatakan oleh Subagian Koordinasi Penganekaragaman Konsumsi dan Pangan Dispangtan Kota Malang, Muhammad Ridwan, saat ditemui oleh Blok-A.com pihaknya mengatakan, untuk saat ini lomba urban farming sudah memasuki penilaian tahap dua.

“Sekarang kita di tahap kedua, jadi kita mumpunyai dua tahapan. Sedangkan di tahap pertama kita nilai dan dibiarkan dulu selama 2 bulan setelah itu kita lihat perkembangannya di tahapan kedua, seperti sekarang ini,” ungkapnya.

Penilaian yang diambil meliputi 10 indikator, untuk 10 indikator tersebut memiliki kriteria masing masing dengan penilai dari Dispangtan, Tim Penggerak PKK, Institut Teknologi Nasional (ITN), serta Kader Lingkungan Kota Malang.

Pihaknya juga menjelaskan tahapan tahapan seleksi yang akan dilakukan oleh tim penilaian, untuk masuk pada penilaian tahap ketiga dan seterusnya.

“Dari 57 peserta, setelah tahap kedua kita beri peringkat, dari 57 kelurahan kita pilih peringat 1 sampai 22 yang nantinya akan kita datangi lagi untuk melihat perkembangannya, setelah itu akan diseleksi lagi untuk 12 nominator. Dan dari 12 nominator akan masuk pada tahap ketiga untuk penyeleksian 6 besar,” ungkapnya.

Diakhir pihaknya juga menambahkan untuk kriterianya lomba urban farming, kriterianya tidak hanya menghasilkan tanaman tanaman tetapi juga menghasilkan olahan dari tanaman dan pemasarannya tersebut.

“Memang untuk kriteria salah satunya adalah ada produk olahan dan pemasaran, otomatis kita dari dinas setelah melakukan penilaian kami mendata olahan dari urban farming,” imbuhnya.

Dengan demikian, harapannya dengan adanya urban farming masyarakat juga bisa terbantu dalam segi perekonomian dari pengolahan tanaman tersebut dan dapat menciptakan UMKM baru pada olahan pangan.

“Dari adanya kriteria tersebut, harapannya ketika kami mempunyai kegiatan dikantor seperti bimtek, pelatihan dan pemberdayaan kami bisa mengubungi pihak yang sudah menghasilkan olahan, dengan harapan bisa menjadi cikal bakal umkm dibidang pangan nantinya,” tutupnya.
(mg2/bob))

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com