KOTA BATU- Bila mencari menu kuliner yang menjadi ciri khas Kota Batu, Sego Empok adalah jawabannya. Nasi jagung dapat ditemui dimana pun, tapi salah satu yang terbaik adalah milik Bu Wakini di Giripurno, Kecamatan Bumiaji.
Sego empok Wakini berdiri sudah cukup lama. Terhitung 9 tahun sudah Bu Wakini habiskan untuk membuat campuran sayur pedas dengan potongan tempe dan tahu asli Batu.
Harganya pun terbilang sangat terjangkau. Dengan kisaran Rp 7000 sampai Rp 9000, pembeli sudah bisa menambah lauk tempe goreng, dadar jagung, telur, mendol atau rolade.
“Mau kurangin nasi atau tidak, mau pake lauk atau tidak, 7000 sudah jadi harga paten buat satu porsi.” ujar Wakini (25/11).
Satu porsi nasi empoknya terbilang khas dan menggiur lidah hanya dengan sekali lahap. Penampakan nasi jagung ditemani sayur pedas, mendol, sayur urap, tumis labu siam, dan balado terong sungguh menggugah nafsu makan. Makin lengkap karena Wakini juga menyediakan minuman yang tersedia bermacam-macam.

Saat ditemui, Wakini berkata warungnya baru saja pindah dari tempat lama. Saat ini, tempatnya masuk lebih ke dalam dengan jarak sekitar 30 meter berjalan ke tepian sawah dari gang utama. Namun, dapat terlihat pengunjungnya tetap ramai dan beberapa menu andalan seperti lauk dadar jagung sudah habis.
“Kalau sudah habis ya berarti rejekinya segitu. Ngejar uang gak ada habisnya mas, harus memikirkan diri kita juga. Jadi besok lagi aja.” menurutnya.
Saat awal pandemi Covid-19 kemarin, Wakini mengaku omzetnya sempat turun drastis. Namun sejak Oktober lalu, pelanggannya yang berasal dari Batu maupun luar kota sudah kembali berdatangan.
Beberapa pengunjung baru juga datang karena rekomendasi dari mulut ke mulut. Ia juga bercerita bahwa langganannya bahkan banyak dari kejadian meletusnya Gunung Kelud pada 2014 lalu.
“Dulu para pengungsi di Desa Binangun dibelikan sego empok dari warung saya. Sebagian besar dari mereka cocok sama rasanya, pas mau pulang malah pada borong dulu. Ada yang mengaku asalnya dari Ngantang, Pujon, banyak”.
Sejak itu, pesanan-pesanan untuk masakannya bertambah ramai dan berasal dari mana-mana. Ia mengatakan bahwa dibalik semua bencana juga ada orang-orang yang mendapat hikmahnya.
Saat ini, berbagai kalangan termasuk pemerintah, Pemkot Batu contohnya, sering membeli nasi empoknya berbentuk prasmanan untuk acara-acara tertentu. Beberapa publik figur seperti Nex Carlos juga sempat datang untuk syuting dengan Wakini beberapa bulan lalu demi mencicipi kombinasi sego empok dengan sayur pedasnya.
Namun yang membuat Wakini tetap senang berjualan justru masyarakat kecil, yakni para petani yang menjadi langganannya setiap pagi. “Rejeki dari sesama orang kecil itu sedikit mas, tapi selamanya” ujar Wakini.
Kini, ia mengaku tidak pernah lagi menghitung berapa banyak penjualannya selama satu hari. Menurutnya, menghitung penjualan hanya membuatnya tidak bersyukur dan malah jadi tidak laku. Namun dalam sehari, ia dapat menghabiskan beras 25-50 kg, ada juga bawang merah sampai 3 kg.
Perbincangannya diakhiri dengan Wakini yang berkata bahwa mungkin banyak juga pelanggannya yang tidak memiliki istri. “Ya gimana, soalnya mereka kesini terus. Mungkin karena gak ada yang masakin dirumah ya.” tutupnya tertawa sembari mengupas bawang merah untuk masakan hari selanjutnya.










Balas