Kisah Relawan Pemulasaraan Covid-19 Siaga 24 Jam, Kubur 17 Jenazah dalam Sehari

Pemulasaraan jenazah covid-19 di Pemakaman Kota Malang
Pemulasaraan jenazah covid-19 di Pemakaman Kota Malang - Foto: Rifky Pramadani

KOTA MALANG – Rintik hujan turun di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tasikmadu, Kota Malang, Sabtu sore (9/1). Sore itu, satu suspek Covid-19 dengan gejala berat akan segera dimakamkan.

Rizvan Nanda Iriyanto telah mengenakan setelan alat pelindung diri (APD). Setelan APD yang ia kenakan, masih terpasang sampai pinggangnya, sebab ia mengaku gerah, dan proses pemulasaraan jenazah belum dimulai.

“Coba mas pegang,” kata Rizvan sembari menyodorkan bagian setelan APD-nya yang terbuka pada reporter Blok-A.

“Baju setebal ini cuma satu kali pakai. Kalau belum selesai, nggak boleh lepas,” ujarnya.

Tim pemulasaraan, kata Rizvan, harus bersiaga 24 jam. Mereka berjaga-jaga sekiranya ada panggilan tugas untuk memakamkan jenazah. Dan Rizvan menyebut, dari hari ke hari panggilan memakamkan jenazah tidak makin surut.

“Jadi, ya, kami bekerjanya bisa sampai 24 jam penuh. Harus siap sewaktu-waktu. Pernah yang paling banyak itu kami memakamkan sebanyak 17 kali dalam sehari,” ungkapnya.

Sebelum mobil ambulans jenazah tiba, Rizvan menyempatkan diri menanggapi permintaan dokumentasi reporter Blok-A. Ia segera mengenakan setelan APD-nya, lengkap dengan masker.

Beberapa saat kemudian, alat komunikasi yang ia gantung di kausnya berbunyi. Informasinya, ambulans pembawa jenazah sudah sampai patung pesawat (kawasan Soekarno-Hatta).

Saat mobil ambulans tiba, Rizvan bergegas mengambil posisi. Bersama belasan petugas pemulasaraan lain, ia membantu proses pemakaman. Setelah mengenakan seragam APD, sulit mengenali Rizvan di antara petugas lainnya. Apalagi, awak media dan warga diminta menjauh dari mobil ambulans.

Di lain sisi, anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang, Slamet mengatakan hal yang kurang lebih serupa. Ia dan rekan-rekannya beberapa kali menghabiskan hari untuk memakamkan jenazah suspek maupun yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Pernah dalam sehari, kata Slamet, tim pemulasaraan jenazah bekerja dari pagi sampai pagi. Itu dilakoni agar tidak sembarang orang memakamkan jenazah suspek maupun terkonfirmasi. Sebab, upaya demikian bisa membantu menekan persebaran Covid-19.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com