Kata dia, Durian Sumberasri akan menjadi komoditi ekspor unggulan Kabupaten Blitar dan Jawa Timur. Serta menjadikan desa ini sebagai desa wisata.
Potensi desa bisa dari banyak hal. Salah satunya buah-buahan yang tumbuh subur di Desa Sumberasri, durian karena tanah vulkaniknya.
“Duriannya Sumberasri ini menjadi ikon wisata yang khas. Dan dari sana, Sumberasri menjadi Desa Wisata. Blitar memiliki tanah yang cocok untuk tanaman durian. Orang-orang yang ke Sumberasri belum bisa dibilang sudah ke sana kalau belum menikmati Duriannya,” sebutnya.
Pada Festival itu juga dibahas potensi perkebunan Blitar lainnya, yaitu Kampung Wisata Manggis, Nanas tanpa kupas, dan Kopi.
Khusus untuk kopi, Khofifah mencanangkan agar demand ekspor kopi ke Mesir dan negara lainnya bukan hanya dipenuhi oleh daerah tertentu di Jatim. Tetapi, dipenuhi oleh daerah-daerah yang biasanya juga memproduksi kopi berkualitas.
Terkait itu, Khofifah menekankan pentingnya communal branding, sebagai kegiatan peningkatan kualitas produk, kapasitas kelembagaan, dan peningkatan kapasitas sumberdaya manusia.
Serta untuk pengembangan promosi dan pemasaran di bawah satu merek yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat (community) secara bersama-sama.
“Ini salah satu rahasia bagaimana Jatim bisa menembus pasar dunia. Potensi Blitar bukan cuma di Durian tapi juga cokelat, Manggis, Nanas, dan Kopi, ikan KOI dan lainnya,” ungkapnya.
“Sekarang ada Kampung Wisata Manggis. Rupanya, Nanas yang bisa dimakan tanpa dikupas juga ada di kampung ini , kabupaten Blitar,” ujarnya.
Di momentum ini Khofifah meresmikan Pasar Agrowisata dan Kuliner Tradisional Desa Wisata Sumberasri, serta Pasar Wisata & Rest Area Desa Wisata Sumberasri.
Sementara itu Bupati Blitar Rini Syarifah optimis bahwa hasil bumi Blitar dapat bersaing di pasar internasional dengan kualitas tinggi. Apalagi, berkontribusi pada ketahanan pangan dunia.
“Kita punya potensi agrowisata baru, Wisata Kampung Manggis dan Wisata Kopi. Kami ingin mengangkat Kab. Blitar menjadi pertanian modern dan kualitas serta bernilai ekspor ke luar negeri untuk mendongkrak perekonomian. Semoga inovasi kami ini dapat berkontribusi pada ketahanan pangan dunia,” ujarnya.
Kepala Desa Sumberasri Seniadi pun menganggap festival ini dan dorongan Gubernur Khofifah untuk terus bersama meningkatkan kualitas holtikultura di daerahnya.
“Ini penyemangat untuk meningatkan kualitas dan kuantitas bersama. Kami optimis untuk menargetkan desa sumberasri bernilai ekspor atau destinasi wisata yang patut dikunjungi dan dilestarikan,” pungkasnya.
Meski hari Minggu ini adalah hari terakhir, beberapa pengunjung yang antusias bahkan membawa rombongan besar ke festival ini.
Ibu Susanto (64) pengunjung Festival Durian Sumbersari bersama rombongan Senam Tera Indonesia (STI) Karangsari berjumlah 15 orang.
“Begitu tahu ada festival, kami langsung ke sini ramai-ramai. Ada durian, manggis, nanas, kopi. Semuanya enak dan harganya terjangkau. Ini tadi masing-masing beli satu paket durian isi 3 buah. Isinya dikeluarkan dan dipacking pakai mika. Jadi praktis,” tandasnya.(kim/lio)









Balas
Lihat komentar