Kesan Siswa SMAN 2 Malang Belajar Tatap Muka saat Pandemi: Lebih Dapat Feedbacknya

Kbm Di Sman 2 Malang Dilakukan Dengan Protokol Kesehatan Ketat
KBM Di Sman 2 Malang Dilakukan Dengan Protokol Kesehatan Ketat - Foto: Haekal Ammarasyad

MALANG – Dimulainys sekolah lagi secara tatap muka memberi secercah kabar bahagia bagi siswa SMAN 2 Malang. Seperti kita tahu, SMAN 2 Malang jadi pilot project pembelajaran tatap muka untuk sekolah menengah atas di Kota Malang.

Salah satunya datang dari, Ghaitza Rajawali Nusantara Muhammad, siswa dari kelas 12 MIPA 4. Ghaitza mengaku senang dengan diperbolehkannya lagi sekolah secara tatap muka.

“Mending masuk sekolah, soalnya kalau pembelajaran tatap muka di sekolah itu lebih enak tanya jawab ke guru kalau misal ada hal yang nggak faham. Feedback-nya dapet,” tukas Ghaitza ditemui di SMAN 2 Malang Kamis (3/9).

Menurutnya, dengan sekolah tatap muka, interaksi antara guru dan siswa atau teman lebih terjalin sempurna. “Kita jadi bisa lebih berinteraksi dengan guru, dengan teman lebih enak ketemu juga,” tambah cowok pindahan sekolah dari Bogor itu.

Sedangkan jika interaksi daring lewat aplikasi macam Zoom, mengaku sulit berkonsentrasi.

Hal serupa diungkap siswi SMAN 2 Malang, Ratna Sari Dewi Makuta. “Pertama saya sih senang masuk, soalnya kalau di rumah kekurangan media untuk belajar. Kalau di sekolah, kita bisa bertanya kepada guru, dan itupun bisa dijelaskan lebih detail dibanding mengikuti bimbingan online,” urai cewek dari 12 MIPA 3 itu.

Siswi yang pernah mengikuti Paskibra di sekolah itu mendukung terus sekolah secara luring.

“Materi secara luring yang dijelaskan guru akan lebih nyampe ke kita. Sementara ketika daring itu guru cenderung sedikit memberi materi dan banyak gangguan-gangguan teknis yang terjadi yang akhirnya memotong waktu belajar kita,” tandasnya.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com