Ini Peta Lokasi di Malang Selatan yang Terdampak Banjir

Hujan deras dengan intensitas sedang semalam di wilayah Malang Selatan , berdampak banjir bandang di Desa Sitiarjo Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang
Hujan deras dengan intensitas sedang semalam di wilayah Malang Selatan , berdampak banjir bandang di Desa Sitiarjo Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang

Kabupaten Malang, Blok-a.com – Akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor, ratusan rumah warga di Kabupaten Malang wilayah selatan terdampak. Akibatnya, satu orang tewas dan dua orang alami luka-luka.

Tercatat sebanyak 1.107 kepala keluarga (KK) yang tersebar di 21 Desa dan 4 kecamatan di Kabupaten Malang wilayah selatan yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor pada Jumat (7/7) lalu.

Kepala BPBD Kabupaten Malang, Nur Fuad Fauzi menyebut, terdapat empat wilayah kecamatan yang paling terdampak. Yakni Kecamatan Tirtoyudo, Ampelgading, Sumbermanjing Wetan dan Gedangan.

“Kalau titiknya banyak ada beberapa desa. Sementara titik paling parah di Desa Sitiarjo,” terang Fuad saat ditemui Blok-a.com, Selasa (11/7/2023).

Sementara itu, di Kecamatan Tirtoyudo juga terdapat dua daerah yang parah yakni Desa Pujiharjo dan Purwodadi. Sedangkan di Kecamatan Ampelgading ada di Desa Lebakharjo.

Hingga saat ini, BPBD memiliki alokasi anggaran kedaruratan dari APBD sebesar Rp5 miliar. Dengan demikian, ia melakukan langkah pemetaan wilayah yang dapat ditangani menggunakanbdaja darurat.

“Makanya kami melakukan kajian cepat, mana saja yang perlu ditangani dulu secara darurat dan cepat, mana saja yang bisa ditangani jangka reguler. Kami utamakan yang darurat,” ungkapnya.

Tak hanya itu, terkait kebencanaan BPBD juga telah melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk segera menemukan solusi.

“Langkah kita hanya sebatas koordinasi, karena tidak semua wilayah Kabupaten Malang. Ada yang kewenangan BPWS, ada yang kewenangan PUSDA Provinsi. Karena yang banyak itu kan normalisasi sungai yang sudah lama tidak dilakukan,” jelasnya.

Disinggung terkait dengan besaran dana darurat, Fuad mengatakan dana tersebut dirasa cukup untuk mengcover kebencanaan.

“Insyaallah cukup. Hingga saat ini, Selasa (11/7) pengeluaran masih nol karena masih dilakukan kajian cepat,” pungkasnya.

(ptu/bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?