Banyuwangi, blok-a.com – Prakirawan Stasiun Meteorologi Klas III Banyuwangi, Anjar Triono Hadi, memberikan imbauan kepada masyarakat Banyuwangi agar waspada terhadap cuaca ekstrem, yang berpotensi menimbulkan angin kencang dan hujan es selama peralihan musim.
Akibat fenomena El Nino dengan status moderat, musim hujan di Banyuwangi mengalami keterlambatan sekitar satu sampai tiga dasarian, atau kurang lebih 10 hari hingga satu bulan.
“Musim hujan di Banyuwangi seharusnya dirasakan oleh masyarakat pada bulan November lalu, tapi tahun ini mundur karena pengaruh El Nino,” kata Anjar Triono Hadi, Jumat (1/12/2023).
Mayoritas turunnya hujan di Kabupaten Banyuwangi diperkirakan akan terjadi di Bulan Desember.
“Beberapa kawasan di Banyuwangi khususnya di wilayah dataran tinggi seperti, Kecamatan Songgon, Licin, Glenmore dan Kecamatan Kalibaru, di akhir November sudah mengalami awal musim peralihan,” terangnya.
Sementara itu, untuk wilayah seperti Kecamatan Banyuwangi, Singojuruh dan Rogojampi, diperkirakan merasakan hujan pada awal Desember ini. Kemudian menyusul Kecamatan Tegaldlimo dan Wongsorejo di akhir Desember.
Menurut Anjar Triono Hadi, masyarakat perlu waspada terhadap cuaca ekstrem. Terutama pada saat hujan lebat, angin kencang, kilat, petir, bahkan potensi terjadinya angin puting beliung.
“Kemungkinan hujan es bisa terjadi jika muncul awan Cumulonimbus tebal dengan titik beku yang semakin turun. Kondisi cuaca yang seperti ini perlu diwaspadai selama dalam musim transisi atau peralihan,” terangnya.
Menurutnya, dalam mempersiapkan diri menghadapi musim hujan, masyarakat Banyuwangi disarankan untuk menjaga kondisi tubuh dengan mengkonsumsi Vitamin, asupan makanan yang cukup dan giat berolahraga.
“Imbauan pada masyarakat Banyuwangi, persiapkan kebutuhan seperti mantel bagi pengendara roda dua apabila mau berpergian, dan selalu tetap memantau prediksi cuaca dari laman resmi BMKG,” pungkas Anjar Triono Hadi.(kur/lio)











Balas
Lihat komentar