KOTA MALANG – Anak-anak di Kelurahan Polowijen Kecamatan Blimbing riang. Mereka asik bermain di Kampung Budaya Polowijen yang resmi dibuka pada Minggu (1/11).
Sekitar 20 lebih anak-anak memamerkan bakat seninya. Menari sampai memainkan alat musik tradisional mereka tampilkan. Mereka seakan melepas dahaga setelah kurang lebih 5 bulan tak bisa unjuk bakat karena pandemi Covid-19.
Bakat tersebut mereka pamerkan di acara ‘Panawijen Djaman Mbiyen #3’ di Kampung Polowijen, pagi ini.
Ketua panitia Panawijen Djaman Mbiyen #3 sekaligus Penggagas Kampung Budaya Polowijen, Isa Wahyudi alias Ki Demang mengaku sangat berbahagia melihat senyum terukir di anak-anak Polowijen.
“Mereka (anak-anak) ini sangat rindu akan tari sejujurnya. Tapi berhenti karena pandemi Covid-19 ini lima bulan lebih yang membuat mereka harus rela tidak mengasah bakatnya. Tapi hari ini semua tumpah ruah akhirnya anak-anak bisa mengeksplor bakatnya lagi,” kata Ki Demang ke Blok-A.
Terlihat memang sejak pagi pukul 08.00 sejumlah penari cilik sudah berjajar duduk rapi lengkap dengan riasan cantik. Mereka siap melekukkan tubuhnya lagi untuk menari Tari Topeng Malang.
“Iya agak grogi soalnya lama gak nari di liat banyak orang dan ada kamera. Semoga bisa,” kata salah satu penari cilik, Fira.
Sementara itu, di setiap ujung tempat duduk penonton juga bersiap para orang tua penari. Mereka duduk dan mencari angel terbaik untuk merekam anak-anaknya menari.
Ki Demang pun mengatakan, acara puncak dari Panawijen Djaman Mbiyen #3 ini adalah penampilan penyanyi dangdut asal Kota Malang yang sedang viral, Yudi Prata.
“Dan hari ini alhamdulilah ada penampilan artis top Kota Malang mas Yudi yang nanti akan membawakan lagu ‘Sak Celupan’ atau ‘Los Dol’. Pastinya akan ramai,” tuturnya.
Sementara itu, dalam acara ini, kata Ki Demang, pengunjungnya masih terbatas. “Kami batasi tidak sampai 100 orang. Kalau ingin melihat nantinya bisa ke instagram Kampung Budaya Polowijen (@kampungbudayapolowijen). Di sana kami live streaming,” tutupnya.
Terpisah, Ketua Komisi A DPRD Kota Malang, Eddy Widjanarko yang datang ke Panawijen Djaman Mbiyen #3 mengapresiasi hadirnya acara ini. “Dan pemerintah mensupprot (mendukung) selalu gebrakan-gebrakan yang dilakukan untuk kemajuan budaya. Karena Polowijen ini merupakan pusat dan muasal dari budaya yang ada di kota Malang,” pungkasnya.










Balas
Lihat komentar