Hamur Kopi Mbah Ndut, Kedai Penuh Barang Antik di Kampung Kayutangan Heritage

Hamur Kopi Mbah Ndut di Kayutangan Heritage
Hamur Kopi Mbah Ndut di Kayutangan Heritage - Foto: Bob Bimantara

KOTA MALANG – Kayutangan Heritage sudah sepi mampring. Sejak pandemi Covid-19, wisatawan tidak diperbolehkan untuk berkunjung di kampung yang terbentuk pada tahun 2018 itu.

Namun sebelum dibuka, ada salah satu warung kopi yang sempat viral di kampung itu. Namanya adalah Hamur Kopi Mbah Ndut.

Bagaiamana asal muasal adanya Hamur Kopi Mbah Ndut itu?

Pemilik warung ‘Hamur Kopi Mbah Ndut’, Rudi Haris mengatakan, pendirian warung kopi itu adalah karena inovasinya.

Waktu 2018 lalau, kata Rudi, warung kopi yang terletak di rumahnya itu adalah sebuah warung kelontong. Sama seperti rumah-rumah warga yang ada di Kampung Kayutangan Heritgae.

“Tapi saya waktu itu berpikir. Kalau mau jadi kampung wisata pastinya wisatawan tidak ingin beli beras atau tepung. Nah apa ya yang bisa saya jual? Akhirnya terpikirlah warung kopi ini. jadi saya ganti warung kelontongan jadi warung kopi,” kata Rudi.

Warung kopi Hamur Ndut pun dikonsep Rudi dengan menyajikan keunikan dari warung kopi lainnya.

Rudi memang mengakui untuk menu memang biasa. Tapi Rudi menjual konsep tempat dengan barang-barang antik yang berada di rumahnya.

“Dan saya juga tahu sejarah dari barang-barang antik ini. Seperti radio tahun 1961 ini sampai gelevisi kuno. Jadi pengunjung di sini sering ngajak ngobrol. Bahkan tak jarang mereka masuk ke rumah saya. Saya perbolehkan untuk mengetahui sejarahnya,” tutur bapak tiga anak ini.

Alhasil, dengan konsep warung kopi seperti, pengunjung Kampung Kayutangan Heritage berbondong-bondong ke sana. Setidaknya dalam sehari Rudi menjelaskan terdapat 30 sampai 50 pengunjung ke warung kopinya.

“Ya alhamdulilah cukup lah untuk kebutuhan sehari-hari dan malah cukup dulu itu. Dan keberhasilan itu membuat warga lainnya juga mulai berusaha dengan membuat UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) seperti saya,” kata dia.

Untuk range harga di warung kopi itu, Rudi mengatakan cukup murah, yakni dari Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu.

“Ya macam-macam menunya ada kopi hitam, kopi susu, dan juga es kopi susu yang seharga Rp 10 ribu,” tutup dia.

Memang benar perkataan Rudi, di Kampung Kayutangan Heritage saat ini bukanlah hal yang sulit untuk melihat warga yang membuat rumahnya sebagai lahan usaha.

Mulai dari berjualan rujak hingga nasi goreng semua ada dan tersedia.

 

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com