Fakta-Fakta Penganiayaan David oleh Anak Pejabat Pajak Pemilik Rubicon

fakta kasus penganiayaan David

Blok-a.com – Berikut fakta-fakta mengenai kasus penganiayaan David oleh seorang pria yang merupakan anak pejabat pajak.

Seperti diketahui, kasus penganiayaan yang melibatkan seorang pemilik mobil jenis jeep Rubicon sedang menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet. 

Mirisnya, pelaku yang melakukan penganiayaan merupakan anak dari pejabat pajak. Setelah dianiaya, David kini mengalami luka serius hingga tak sadarkan diri sampai saat ini.

Untuk mengetahui kasusnya lebih lengkap, simak deretan fakta mengenai kasus penganiayaan David berikut ini.

1. Kronologi Kejadian

Kronologi kasus penganiayaan ini dibagikan oleh akun Twitter bernama @LenteraBangsaa_. Menurut keterangan unggahan, peristiwa ini terjadi di Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Senin (20/2/2023).

Dugaan penganiayaan tersebut terjadi ketika David sedang berada di rumah temannya. Ketika itu, David membagikan lokasinya pada mantan kekasihnya.

Setelah David membagikan lokasinya, mobil jeep Rubicon hitam sudah menunggu di depan rumah temannya. Mobil tersebut dikemudikan oleh salah satu pelaku dan terdapat empat orang di dalamnya. David kemudian dibawa ke sebuah gang kosong dan dianiaya oleh dua orang pelaku.

2. Korban Mengalami Koma

Akibat penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku, David mengalami luka serius di area wajah sebelah kanan, kepala, robek pada bibir.

David pun saat ini masih dalam kondisi tak sadarkan diri alias koma di ruang ICU, Rumah Sakit Permata Hijau akibat luka yang dialaminya

3. Identitas Pelaku

Pelaku yang melakukan penganiayaan terhadap seorang santri ini diketahui bernama Mario Dandy Satriyo. Ia merupakan lulusan Taruna Nusantara.

Selain itu, Dandy juga diduga seorang anak dari pejabat Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta Selatan.

“Jenggggg jengggggggg pelaku merupakan anak dari Rafael Alun Trisambodo Kepala Bagian Umum Kanwil DJP Jaksel II,” tulis akun @LenteraBangsaa_.

4. Pelaku Diamankan

Atas kasus penganiayaan itu, polisi menetapkan Mario Dandy Satriyo anak salah satu pejabat Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta Selatan sebagai tersangka. 

“Tersangka MDS telah ditahan,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Ade Ary Syam Indradi, dikutip dari Merdeka.com pada Rabu (22/2/2023).

Dandy dalam kasus ini telah sangkakan dengan Pasal 351 KUHP atas tindakan penganiayaan yang mengakibatkan luka memar biru dengan ancaman pidana penjara paling lama 2 tahun 8 bulan.

(hen)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?