Data Pengangguran di Kota Malang Menurun Pasca Pandemi Covid-19, Ini Sebabnya

Pemuda mencari pekerjaan melalui aplikasi di Kota Malang (blok-a/bob)
Pemuda mencari pekerjaan melalui aplikasi di Kota Malang (blok-a/bob)

Kota Malang, blok-a.com – Pengangguran di Kota Malang mengalami penurunan sejak tahun 2020 hingga 2022 ini.

Berdasarkan hasil survei BPS Kota Malang, dari tiga tahun ini alami menurun. Pada tahun 2020 ini tercatat tingkat pengangguran di Kota Malang sejumlah 9,61 persen.

Sementara pada 2021 sempat naik menjadi 9,65 persen.

Dan 2022, turun menjadi 7,66 persen jumlah pengangguran di Kota Malang.

Kepala BPS Kota Malang, Erny Fatma Setyoharini menjelaskan, angka penurunan di Kota Malang ini dipengaruhi dengan mulai pulihnya perekonomian sejak meredupnya pandemi Covid-19.

“Iya menurun pengangguran karena sudah berangsur-angsur berakhir kan pandemi. Akhirnya ya semua sektor jalan dan menyerap tenaga kerja,” tuturnya.

Sementara itu, jika dijabarkan berdasarkan tingkat pendidikan, pengangguran di Kota Malang ini disumbang paling banyak oleh lulusan SMK. Sementara kedua diduduki oleh lulusan perguruan tinggi.

Jika ditaksir jumlahnya untuk pengangguran dengan lulusan SMK ada 10.115 pada 2022. Jumlah ini terlihat menurun jika dibanding 2020 dengan jumlah 13.174.

Sementara lulusan perguruan tinggi pada tahun 2022 lalu tercatat ada 8.731 pengangguran dengan lulusan SMK. Data ini lebih banyak dibandingkan catatan pengangguran tahun 2020, yakni sebanyak 8.526.

Adapun alasan kenaikan orang nganggur di Kota Malang dengan lulusan SMK atau Perguruan Tinggi.

Erny menjelaskan, alasannya adalah banyak pelajar atau mahasiswa yang berasal dari luar kota bahkan pulau.

Mereka setelah lulus tidak langsung pulang ke kampung halaman. Mereka mencari pekerjaan dulu di kota pendidikan ini.

“Jadi penyebabnya adalah banyak yang merantau mereka setelah lulus mungkin kerasan akhirnya ya bertahan di sini,” jelasnya.

Pengangguran di Kota Malang Masih Lebih Banyak dari Sebelum Pandemi

Pengangguran di Kota Malang nampaknya belum benar-benar pulih pasca pandemi Covid-19.

Pandemi Covid-19 memang menjadi momok bagi para pencari kerja termasuk di Kota Malang.

Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya angka orang menganggur di Kota Malang pada tahun 2020 dan 2021 lalu.

Sebelum pandemi yakni tahun 2017 hingga 2019, angka pengangguran itu tercatat sebanyak 7,22 persen dan 2019 sebelum pandemi menjadi 5,88 persen.

Sementara 2020 dan 2021 ini meningkat jadi sekitar 9 persen. Bahkan saat pada 2022 saat masa pemulihan dari pandemi Covid-19, masih 7,66 persen angka pengangguran di Kota Malang.

Data tersebut masih belum menyamai atau lebih rendah daripada sebelum pandemi Covid-19.

“Iya masih belum menyamai dengan keadaan sebelum Pandemi. Kemungkinan ya karena masih pemulihan,” jelasnya.

UMKM Diminati

Saat ini banyak pekerja yang beralih profesi sebagai pengusaha UMKM pasca Pandemi Covid-19.

Di Kota Malang pun sama. UMKM menjadi salah satu alasan tingkat pengangguran menurun pada tahun 2020-2022.

Kepala BPS Kota Malang, Erny Fatma Setyoharini mengamini. Bahwa banyak angkatan kerja di Kota Malang yang membuka UMKM Pasca Covid-19.

“Analisa kami geliat perekonomian itu mulai tumbuh salah satunya timbulnya banyak UMKM. Akhirnya ekonomi pun juga meningkat dan mengurangi tingkat pengangguran,” jelasnya. (bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?