Curvasud dan Bakesbangpol Kota Malang Gelar Khitanan Massal Gratis

Peringati Peristiwa 1 Tahun Tragedi Kanjuruhan, Curvasud Gelar Khitanan Massal Gratis di Malang
Peringati Peristiwa 1 Tahun Tragedi Kanjuruhan, Curvasud Gelar Khitanan Massal Gratis di Malang

 

Kota Malang, Blok-a.comCurvasud, Komunitas Aremania bersama Bangkesbangpol Kota Malang akan gelar acara khitanan gratis. Acara tersebut digelar dalam rangka mengingat tragedi Kanjuruhan 1 tahun silam.

Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang, Ade Herawanto menyebut, tak perlu pengamanan khusus dalam acara khitanan massal Curvasud.

“Saya hidup belum pernah kejadian adik-adik doa bersama ya dan bakti sosial ada perijinan tidak kami antisipasi itu tupoksi dari temen-temen aparat kemananan dan pasti tidak terjadi apa-apa karena kami semua dari curvasud arema juga keamanan,” beber Ade, pada (26/9/2023).

Acara tersebut akan melibatkan beberapa elemen organisasi masyarakat (ormas) lainnya. Nantinya, tanggal 30 September, kegiatan akan dibuka dengan doa bersama. Meliputi tahlil, yasin dan doa lintas agama dari FKUB.

“Kemudian besoknya gelar bakti sosial mulai dari sunatan massal secara gratis bekerja sama dengan temen-temen dokter untuk kleuarga tragedi kanjuruhan maupun keluarga lain karena maih ada kuota,” lanjut dia.

Penerimaan peserta khitan gratis akan dibuka hingga Jumat 29 September mendatang. Tidak hanya khitan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan dan pengobatan gratis. Hal itu melibatkan dari RS Wajak Husada dan dari beberapa Puskesmas.

“Harapannya bermanfaat, sekecil apapun kegiatan kami bisa bermanfaat bagi bumi arema tercinta minimal bagi keluarga korban,” pungkas dia.

Di lain pihak, Ketua Panitia Acara Ari Susanto menjelaskan, acara tersebut sebagai bentuk pengingat untuk kembali mengusut tuntas tragedi Kanjuruhan.

“Kami akan mengadakan baksos khitan massal, donor darah, santunan yatim piatu. Tujuannya, selain meringankan beban masyarakat, juga mengingatkan kembali Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan,” ujar Ketua panitia acara Ari Susanto, melalui pesan WhatsApp, pada Selasa (26/9/2023).

Kegiatan sosial tahun ini, lanjut Ari, menyasar pada kolega korban Tragedi Kanjuruhan dan anak dhuafa, yang belum dikhitan. Di era saat ini hajatan untuk mengkhitankan anak, kadang terbentur masalah biaya.

Pasalnya, banyak diantara mereka yang berpenghasilan rendah dan hidup pas-pasan. Selama ini, kewajiban mengkhitankan anak merupakan beban yang berat. Dalam kondisi tersebut Ari menilai, perlunya uluran tangan dari yang lebih mampu, khususnya masyarakat Malang dan sekitarnya. (mg2/bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?