Bulan Ramadan, Nenek di Kabupaten Malang Jadikan Anak di Bawah Umur sebagai PSK

pencabulan bocah jaktim
Ilustrasi anak korban pencabulan anak di bawah umur (Shutterstock)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Pekerjakan dua anak di bawah umur sebagai pekerja seks komersial (PSK), Wanita paruh baya ini terpaksa harus mendekam di jeruji besi saat bulan ramadan.

Bisnis esek-esek yang dijalani oleh Muslimah (52) warga Dusun Klakah, Desa Patokpicis, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang ini telah di gelutinya sejak lima bulan yang lalu.

Muslimah yang jadi tersangka mucikari ini memiliki modus membuka warung kopi di Kabupaten Malang untuk jadikan PSK kedua anak di bawah umur kepada lelaki hidung belang.

Dikonformasi saat konferensi pers, Muslimah mengaku baru memperkerjakan anak dibawah umur selama kurang lebih 15 hari, kedua PSK tersebut berumur 15 dan 16 tahun.

“Ada dua anak yang bekerja di warung kopi saya. Mereka dari Kecamatan Dampit dan Gondanglegi,” ungkap Muslimah pada Blok-a.com, Kamis (30/03/2023).

Dari pengakuan tersangka, dalam sekali kencan ia menarik tarif sebesar Rp 300 ribu. Itu pun sang anak yang diperkerjakan masih harus membayar kepadanya sebesar Rp 100 ribu sebagai upah transaksinya.

“Dari Rp 300 ribu itu, saya hanya minta Rp 100 ribu sebagai ganti makan dan tidur saja,” katanya tanpa ada penyesalan.

Lebih lanjut, mucikari ini tertangkap dalam Operasi Pekat Semeru 2023 yang digelar Polres Malang bersama jajaran pada Senin (27/3/23) malam.

Atas perbuatan kejinya, tersangka dijerat dengan pasal 76i Undang-undang nomor 35 tahun 2014 atas perubahan Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dengan ancaman hukumannya 10 tahun penjara.

Sebagai informasi tambahan, sebanyak delapan orang tersangka kasus prostitusi di wilayah Kabupaten Malang diamankan Polres Malang dalam Operasi Pekat Semeru 2023, penangkapan tersebut dimulai sejak 17 Maret sampai dengan 28 Maret 2023 lalu.

Penangkapan delap orang tersangka tersebut dikarenakan menyediakan tempat untuk melakukan hubungan seksual. Tak hanya itu, beberapa tersangka juga menyediakan layanan seksual melalui aplikasi online.

Wakapolres Malang, Kompol Wisnu Setiyawan Kuncoro menyebutkan terdapat delapan kasus prostitusi yang ditangkap jajaran Polres Malang. Dari delapan tersangka, satu tersangka di tahap sidik sementara tujuh lainnya tindak pidana ringan (Tipiring).

“Prostitusi delapan kasus dengan delapan tersangka. Satu tersangka sidik dan tujuh tersangka tipiring (tindak pidana ringan),” ungkap Wisnu saat konferensi pers, Kamis (30/03/2023).

Untuk Operasi Pekat Semeru 2023, Wisnu menyebut Polres Malang berhasil mengungkap sebanyak 281 kasus. Diantaranya yakni 3 kasus judi, 85 kasus premanisme, 153 kasus miras, 8 kasus prostitusi, 3 kasus handak (bahan peledak), dan 29 kasus narkoba.

(ptu/bob)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?