Kota Malang, blok-a.com – Setiap pengendara kendaraan yang rutin setiap sore hari melewati Jalan Mayjen Haryono Kota Malang pasti sudah akrab dengan kepadatan kendaraan di daerah depan Mall Dinoyo Plaza dan Universitas Islam Malang.
Di bulan Ramadan ini, jalanan tersebut semakin padat oleh kendaraan karena banyak pengendara yang menyempatkan untuk berburu takjil dan menu buka puasa di tempat yang sering disebut Pasar Takjil Dinoyo tersebut.

Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan berlebih, Pemerintah Kota Malang telah mengeluarkan surat edaran yang melarang pedagang takjil di seluruh titik pasar takjil di Kota Malang untuk turun ke jalan dalam rangka Ramadan tahun 2024 ini.
Karena itulah, para pedagang di Pasar Takjil Dinoyo juga memilih untuk tidak sampai turun ke jalan. Batas terjauh para pedagang, menurut pengamatan reporter Blok-A.com, adalah di trotoar Jalan Mayjen Haryono saja.
“Sudah dibilangi sama ketuanya, kalau jualan tidak boleh sampai ke jalan daripada nanti tidak boleh jualan lagi, dilarang sama pemerintah,” terang Rahmania, salah satu pedagang es dan jajanan lainnya di Pasar Takjil Dinoyo.
Terkait dengan padatnya kendaraan, para pedagang juga mengaku merasa lebih aman jika tidak sampai turun ke jalan.
“Kalau di jalan juga takutnya ada yang ngawur, begini lebih aman,” terang Rahma.
Yang menarik, karena para pedagang ‘menguasai’ trotoar jalan wilayah tersebut, akhirnya paara pembeli lah yang mengalah turun ke jalan. Para pembeli yang mayoritas para pejalan kaki tersebut harus rela menyusuri pinggiran aspal Jalan Mayjen Haryono saat berburu takjil.
Salah satu pembeli, mahasiswi bernama Azza, mengaku tidak ambil pusing jika harus mengalah dalam hal tersebut. Karena menurutnya inisiatif Pemkot Malang melarang pedagang untuk berjualan sampai ke jalan sudah tepat.
“Daripada pedagangnya yang di jalan lebih beresiko. Memang ramai setiap hari jalannya. Ini sudah bagus, (dulu) kalau yang jualan saja di jalan apalagi yang beli,” tuturnya.









